Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan. (IDN Times/Yuko Utami)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menyampaikan pihaknya belum dapat memastikan dampak penguatan Dolar AS terhadap Bali, khususnya dari sisi pariwisata.
Meskipun demikian, BPS Provinsi Bali mencatat pada periode Januari-April 2026 terjadi penurunan jumlah wisman dibandingkan periode bulan yang sama pada 2025. Penurunan jumlah kunjungan wisman ke Bali pada periode tersebut sebesar 1,11 persen.
“Apakah penguatan nilai mata uang mereka berpengaruh, ya kami belum berani jawab karena belum ada penelitian terkait itu. Tapi kalau secara teori pastilah, punya uang lebih banyak ya daya belinya lebih tinggi,” papar Agus di Kantor bPS Provinsi Bali Selasa lalu, 2 Juni 2026.
Apabila melihat dari paspor yang dipegang, wisman dengan paspor negara Australia paling banyak datang ke Bali pada periode Januari-April 2026. Jumlahnya sebanyak 500 ribu lebih orang. Sisanya secara berurutan ada Tiongkok, India, Korea Selatan, dan Inggris.