ilustrasi kucing (pixabay.com/JancickaL)
Meskipun ukurannya mungil, kucing bertingkah seolah-olah mereka pemilik rumah. Cara jalannya penuh percaya diri, kepalanya miring sok cuek, dan tatapannya kadang terlihat seperti memandang rendah.
Kita yang manusia ini kadang merasa seperti “pembantu” yang melayani mereka. Kalau kamu pelihara kucing, pasti paham betul sensasi disuruh minggir dari tempat duduk sendiri.
Yang bikin lucu, gaya sok jagoan itu sering berbanding terbalik dengan kenyataan. Kucing yang tadinya terlihat anggun bisa mendadak terpeleset, salah hitung lompatan, atau kaget melihat bayangannya sendiri di cermin.
Ada juga yang bulunya mengembang besar hanya karena melihat sandal jepit atau plastik yang tertiup angin. Perpaduan antara percaya diri tinggi dan kecerobohan inilah yang membuat mereka terasa begitu menggemaskan.
Menurut para ahli, tingkah seperti ini sebagian besar adalah bahasa tubuh kucing yang normal. Bulu yang mengembang, misalnya, adalah cara mereka terlihat lebih besar saat merasa terancam.
Hanya saja, kita yang menontonnya dari sudut pandang manusia, justru menganggapnya sebagai hiburan gratis. Lingkungan dan rutinitas harian juga bisa mempengaruhi seberapa sering mereka menunjukkan kelakuan tersebut.