BMKG Denpasar Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Bali

- BMKG Denpasar memperingatkan gelombang 2,5–4 meter pada 13–16 Oktober 2026 di Selat Bali selatan, perairan selatan Bali, Selat Badung, dan Selat Lombok selatan.
- Gelombang 1,25–2,5 meter juga berpotensi terjadi di perairan utara Bali dan Selat Lombok utara, dengan risiko bagi perahu nelayan serta kapal tongkang.
- Angin di perairan Bali diperkirakan berkecepatan 4–25 knot, sementara arus pada 14 Oktober mencapai hingga 3,06 knot di Selat Lombok selatan.
Denpasar, IDN Times - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5 - 4 meter rentang 13-16 Oktober 2026. Potensi tersebut terjadi di Selat Bali bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, Selat Badung, dan Selat Lombok Bagian Selatan.
Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Sementara itu, ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Utara Pulau dan Selat Lombok bagian Utara. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Perairan Utara Bali bergerak dari arah Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot. Sedangkan pola angin di wilayah Selatan Bali bergerak dari arah Timur - Selatan dengan kecepatan 4 - 25 knot.
Pada 14 Oktober 2026 kecepatan arus di Perairan Utara Pulau Bali 0,93 - 1,08 kt; Selat Badung 1,70 - 2,34 kt; Selat Bali bagian Selatan 0,89 - 1,02 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 1,02 - 1,70 kt; Selat Lombok bagian Utara 0,89 - 1,63 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,63 - 3,06 kt.






















