Seekor kucing sedang menonton sebuah tayangan video. (Pexels.com/Sam Lion)
Pertama, jangan jadikan cat TV pengganti waktu bermain. Para ahli menyarankan durasi nonton tidak lebih dari satu jam per sesi, sama seperti kita yang perlu membatasi waktu menatap layar. Bermain bersama juga penting karena mempererat ikatan dan menyalurkan energi yang selama ini tertahan. Selain itu, variasikan hiburannya dengan mainan, tempat bertengger di dekat jendela, tiang garukan, atau latihan sederhana.
Kedua, utamakan keamanan. Pastikan TV terpasang kuat, entah dengan dipasang di dinding atau diletakkan di dudukan yang tidak mudah terguling saat dilompati atau dipukul kucing. Sebaiknya hindari video tikus dan tupai serta suara yang terlalu realistis karena bisa membuat insting berburunya terlalu panas dan memicu emosi.
Pilih video burung atau akuarium dengan musik yang menenangkan. Setelah selesai, ajak kucingmu bermain dengan mainan tongkat supaya dia merasakan seolah-olah berhasil menangkap mangsa dan merasa puas.
Intinya, cat TV bisa menjadi pelengkap yang bagus untuk kebahagiaan kucing, terutama kucing rumahan. Namun hiburan ini hanya bonus, bukan pengganti interaksi langsung dan permainan fisik bersamamu. Kenali karakter kucingmu, perhatikan reaksinya setiap kali menonton, dan sesuaikan durasi serta jenis tayangan yang cocok. Dengan begitu, waktu nonton bareng bisa jadi momen seru yang aman dan menyenangkan untuk kamu dan kucingmu.