Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korban Meninggal Dunia Banjir di Buleleng Bertambah Satu Orang
Ilustrasi meninggal dunia. (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Dua warga Buleleng dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang di Desa Banjar, sementara dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan BPBD dan SAR.
  • Banjir terjadi setelah curah hujan ekstrem mencapai 126 milimeter per hari, dikategorikan sangat lebat dan menyebabkan delapan orang terseret arus.
  • BPBD Bali bersama tim gabungan fokus pada pencarian korban hilang, pembersihan material banjir, penyaluran logistik, serta koordinasi penanganan darurat di 34 titik bencana Buleleng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 Maret 2026

Banjir bandang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Curah hujan tercatat mencapai 126 milimeter per hari dan termasuk kategori sangat lebat.

7 Maret 2026

BPBD Bali melaporkan dua korban meninggal dunia akibat banjir di Buleleng dan dua orang masih dalam pencarian. Operasi pencarian serta penyaluran logistik dan pembersihan awal dilakukan oleh BPBD Bali, BPBD Buleleng, dan Tim SAR gabungan.

kini

Penanganan darurat banjir di Desa Banjar dilaporkan berjalan lancar dan terkendali. BPBD terus mengoordinasikan penanganan di 34 titik bencana lain di wilayah Buleleng.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Banjir bandang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, menyebabkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
  • Who?
    Korban meninggal adalah Komang Suci (44) dari Banjar Dinas Ambengan dan Dewa Ketut Adi Suarjaya (55) dari Banjar Dinas Santal. Dua korban hilang bernama Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Korban juga berasal dari wilayah sekitar seperti Banjar Dinas Ambengan dan Santal.
  • When?
    Banjir bandang terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026. Data terbaru disampaikan oleh BPBD Bali pada Sabtu, 7 Maret 2026.
  • Why?
    Berdasarkan data BPBD Bali, kawasan Kecamatan Banjar mengalami curah hujan sangat lebat mencapai 126 milimeter per hari yang memicu terjadinya banjir bandang.
  • How?
    BPBD Bali bersama BPBD Buleleng dan Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban hilang, pembersihan lumpur serta penyaluran logistik kepada warga terdampak sambil melanjutkan koordinasi penanganan darurat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banjir besar di Desa Banjar, Buleleng. Airnya deras sekali sampai dua orang meninggal, namanya Komang Suci dan Dewa Ketut Adi Suarjaya. Ada juga dua orang yang masih dicari, Putu Wini dan Kadek Wahyu. Banyak petugas BPBD dan tim SAR datang bantu cari orang dan bersihkan lumpur di rumah warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Buleleng, IDN Times - Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Jumat (6/3/2026) bertambah satu orang. Korban bernama Komang Suci (44), perempuan yang beralamat di Banjar Dinas Ambengan. 

Korban lainnya meninggal dunia bernama Dewa Ketut Adi Suarjaya (55) dari Banjar Dinas Santal, telah dibawah ke rumah duka di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali, Gede Teja menyampaikan ada dua orang korban yang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, dua orang lainnya dalam tahap pencarian yakni Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12). 

“Jumlah korban di Buleleng ada delapan orang terseret banjir bandang, empat orang selamat, dua orang dalam pencarian, dua orang meninggal dunia,” papar Teja, Sabtu (7/3/2026). 

Diketahui, banjir bandang menimpa Desa Banjar kemarin berdasarkan data kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, kawasan Kecamatan Banjar, Buleleng memiliki curah hujan 126 milimeter per hari. Curah hujan itu termasuk dalam kategori sangat lebat.

Saat ini pihak BPBD Bali, BPBD Buleleng, dan Tim SAR gabungan telah melakukan sejumlah penanganan, terutama melanjutkan operasi pencarian korban hilang. BPBD Bali juga memastikan pembersihan awal lumpur, tanah, dan sampah yang terbawa arus banjir di rumah masyarakat terdampak.

“Penyaluran logistik kepada warga terdampak, melanjutkan asesmen dampak bencana dan rapat koordinasi penanganan darurat terpadu,” imbuh Teja.

Teja memaparkan, kondisi penanganan darurat banjir di Desa Banjar, relatif lancar dan terkendali. Selain menangani banjir di Desa Banjar, ada 34 titik bencana lainnya di Buleleng. Sehingga membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dan penyebaran personil.

“Banyaknya sebaran titik kejadian membutuhkan waktu, tambahan alat berat dan personel, yang akan dioptimalkan lagi besok,” kata Teja.

Editorial Team