Denpasar, IDN Times - Tindakan kateterisasi jantung di Bali, menurut catatan Siloam Hospitals Bali, mengalami peningkatan sekitar 10-20 persen tiap tahun sejak 2012. Ini disampaikan oleh Hospital Director Siloam Hospitals Bali, dr Ni Gusti Ayu Putri Mayuni, bahwa peningkatan tersebut terekam sejak menghadirkan layanan jantung pada 2012 dengan hanya menggunakan satu unit mesin Cath Lab. Untuk menghadapi peningatan permintaan layanan kateterisasi tersebut, pihak rumah sakit memutuskan meng-upgrade dan menambah alat-alat baru.
"Rata-rata kita meng-handle Cath Lab atau tindakan Cath Lab saat ini itu 150 sampai 200 per bulan. Jadi, kalau disetahunkan ya kurang lebih 2.400 ya. Itu baru di Siloam saja," jelasnya.
Menurutnya, fasilitas layanan penyakit jantung khususnya di Indonesia Timur belum lengkap. Hal ini mendorong rumah sakit Siloam di Bali menghadirkan layanan penyakit jantung yang lengkap bagi Indonesia Timur, sehingga memotong jarak lebih dekat daripada ke Jakarta, Surabaya atau wilayah Indonesia bagian Barat lainnya.
"Jadi teknologi yang kita update dengan berbagai mesin-mesin baru. Ini tentunya harus didukung juga dengan kapasitas dan kompetensi para klinisi," ucapnya.
