Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Baik Menurut Hindu Bali 27 Juli 2026, Saatnya Mencari Nafkah
Ilustrasi Bekerja (IDN Times/Dian Ayugustanty)

Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali dari Kalender Bali Digital untukmu pada Senin, 27 Juli 2026. Mengawali pagi ini, ada ramalan hari baik amertayoga

Hari ini cocok untuk membangun, mencari pengupa jiwa (nafkah), dan memulai suatu usaha. Banyu urug artinya baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. 

Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik mulai belajar

Cover Majalah Gumi Bali Sarad. (IDN Times/Yuko Utami)

Kala isinan adalah hari baik untuk mulai belajar, membuat lemari, gudang atau tempat barang-barang. Kajeng kliwon enyitan artinya baik untuk mulai membuat sesikepan atau sesuatu yang berkekuatan gaib.

Kala katemu merupakan hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan. Kala kilang-kilung baik untuk membuat barong, membuat sok (bakul), dan segala anyaman.

2. Mengandung sifat boros

ilustrasi belanja online (IDN Times/Arief Rahmat)

Kala sarang adalah hari yang mengandung sifat boros/terapas sehingga tidak baik untuk berbelanja. Kala was baik untuk mengebiri hewan hingga menebang kayu untuk bahan bangunan.

Kala kutila manik merupakan hari baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, serta upacara Bhuta Yadnya.

3. Baik membuka lahan pertanian

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Srigati jenek adalah hari baik untuk menanam padi, menyimpan padi dilumbung, serta pelaksanaan upacaranya. 

Lebur awu adalah hari yang tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangu dan mengatapi rumah. Hari ini baik untuk membangun irigasi. Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Bhawa.

Editorial Team

Related Article