Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kondisi Ruang Isolasi COVID-19 di Tabanan, Terisi 80 Hingga 100 Persen
Ruang isolasi RSUD Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Tabanan, IDN Times - Kasus positif COVID-19 tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan beberapa hari terakhir ini kasusnya terus meningkat. Begitu juga di Kabupaten Tabanan.

Sebagai daerah yang memiliki dua rumah sakit rujukan COVID-19, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) RS Nyitdah,  bagaimana kondisi ruang isolasi pasien COVID-19 dengan adanya peningkatan kasus di tengah masyarakat?

1. RSUD Tabanan memiliki enam tempat tidur untuk pasien COVID-19 yang memiliki gejala berat

APD Level Tiga di RSUD Tabanan. (Dok.IDN Times/RSUD Tabanan)

Direktur RSUD Tabanan, dr Nyoman Susila, mengungkapkan rumah sakitnya memiliki dua ruang isolasi, yaitu Isolasi 1 dan isolasi 2 untuk merawat pasien COVID-19.

Ruang Isolasi 1 terdiri dari enam tempat tidur yang khusus merawat pasien COVID-19 dengan gejala berat. Ruangan ini memiliki tekanan negatif, ventilator dan kini sedang disiapkan agar mampu melakukan hemodialisa (HD). Berdasarkan data Senin (31/08/2020), seluruh tempat tidur di ruang isolasi 1 terisi penuh atau 100 persen. Sedangkan per Selasa (1/9/2020), terisi empat tempat tidur.

"Ruang isolasi ini sering terisi penuh," ujar Susila, Selasa (1/9/2020).

Sementara Ruang Isolasi 2 terdiri dari 11 tempat tidur. Biasanya dipakai untuk merawat pasien suspek COVID-19. Per Selasa (1/9/2020), Ruang Isolasi 2 terisi sembilan tempat tidur.

"Jadi bagi pasien yang ada gejala mengarah COVID-19 namun masih menunggu uji swab, dirawat di ruangan ini," kata Susila.  

Semakin meningkatnya kasus COVID-19 dan sering penuhnya tempat tidur di ruang isolasi, tentu membutuhkan kesiapan serta kesigapan tenaga medis. Untuk itu tenaga medis yang bertugas di kedua ruang isolasi ada 6 dokter umum dan 24 tenaga perawat. Sementara dokter spesialis akan turun sesuai dengan komplikasi dan gejala pasien.

"Saat ini tenaga masih memadai. Tetapi jika semakin banyak yang positif, maka akan mengganggu kinerja mereka," tambahnya,

2. UPTD RS Nyitdah bisa dikembangkan hingga 100 tempat tidur

RSUD Nyitdah Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Sementara UPTD RS Nyitdah terdiri dari 26 tempat tidur. Per Selasa (1/9/2020), terisi  24 tempat tidur atau 84 persen dari jumlah tempat tidur yang ada.

Menurut Direktur UPTD RS Nyitdah, dr Nyoman Wisma Bratha, berdasarkan perintah dari Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, UPTD RS Nyitdah agar menambah 100 tempat tidur untuk merawat pasien COVID-19.

"Sebenarnya sarana prasana sudah siap. Cuma SDM (Sumber Daya Manusia) kami belum cukup. Sehingga saat ini UPTD RS Nyitdah sedang dalam proses perekrutan tenaga kesehatan," kata Wisma Brata.

Apabila kondisi tingkat hunian atau tempat tidurnya penuh, pihak UPTD RS Nyitdah selalu melakukan koordinasi dengan RSUD Tabanan, lintas Kabupaten maupun Provinsi.

3. Pasien tanpa gejala diisolasi di hotel atau rumahnya masing-masing agar tidak membeludak

Pemenuhan sembako untuk warga isolasi mandiri di dua banjar Desa Denbantas. (Dok.IDN Times)

Untuk menghindari membeludaknya pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, menurut Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika, ada beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Yaitu jika ada pasien tanpa gejala, maka mereka menjalani isolasi mandiri di rumah atau hotel yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

"Ada yang juga diisolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pantauan tim GTPP COVID-19 Tabanan," terang Suratmika.

UPTD RS Nyitdah rencananya juga akan mengembangkan kapasitas menjadi 70 tempat tidur dalam waktu dekat.

Editorial Team

Related Article