APD Level Tiga di RSUD Tabanan. (Dok.IDN Times/RSUD Tabanan)
Direktur RSUD Tabanan, dr Nyoman Susila, mengungkapkan rumah sakitnya memiliki dua ruang isolasi, yaitu Isolasi 1 dan isolasi 2 untuk merawat pasien COVID-19.
Ruang Isolasi 1 terdiri dari enam tempat tidur yang khusus merawat pasien COVID-19 dengan gejala berat. Ruangan ini memiliki tekanan negatif, ventilator dan kini sedang disiapkan agar mampu melakukan hemodialisa (HD). Berdasarkan data Senin (31/08/2020), seluruh tempat tidur di ruang isolasi 1 terisi penuh atau 100 persen. Sedangkan per Selasa (1/9/2020), terisi empat tempat tidur.
"Ruang isolasi ini sering terisi penuh," ujar Susila, Selasa (1/9/2020).
Sementara Ruang Isolasi 2 terdiri dari 11 tempat tidur. Biasanya dipakai untuk merawat pasien suspek COVID-19. Per Selasa (1/9/2020), Ruang Isolasi 2 terisi sembilan tempat tidur.
"Jadi bagi pasien yang ada gejala mengarah COVID-19 namun masih menunggu uji swab, dirawat di ruangan ini," kata Susila.
Semakin meningkatnya kasus COVID-19 dan sering penuhnya tempat tidur di ruang isolasi, tentu membutuhkan kesiapan serta kesigapan tenaga medis. Untuk itu tenaga medis yang bertugas di kedua ruang isolasi ada 6 dokter umum dan 24 tenaga perawat. Sementara dokter spesialis akan turun sesuai dengan komplikasi dan gejala pasien.
"Saat ini tenaga masih memadai. Tetapi jika semakin banyak yang positif, maka akan mengganggu kinerja mereka," tambahnya,