Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi kucing. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)
  • Kucing dapat kedinginan saat musim hujan, ditandai meringkuk, mencari tempat hangat, menggigil, serta telinga, hidung, dan bantalan kaki dingin; lemas atau gusi pucat perlu segera ditangani dokter hewan.
  • Diare pada kucing terlihat dari kotoran encer atau lebih sering, dengan risiko dehidrasi seperti kulit lambat kembali, gusi kering, dan mata cekung; pantau hidrasi dan hindari obat manusia.
  • Pencegahan meliputi tempat tidur kering, makanan-minuman bersih, serta tidak mengganti pakan mendadak; ke dokter hewan bila diare berdarah, lebih dari 48 jam, muntah, lemas, atau tidak mau makan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kucing peliharaan dapat mengalami kedinginan dan diare saat musim hujan, dengan risiko hipotermia atau dehidrasi bila gejala memburuk.
  • Who?
    Anak kucing, kucing tua, dan kucing berbulu tipis lebih rentan kedinginan; kucing dengan diare, muntah, lemas, atau tidak mau makan memerlukan perhatian khusus.
  • Where?
    Gejala dapat terlihat di rumah, terutama pada tempat tidur lembap, teras, area luar rumah, lantai dingin, pasir kucing, atau lingkungan yang becek.
  • When?
    Risiko meningkat saat musim hujan, ketika udara dingin dan lembap, terutama pada malam hari atau ketika hujan deras.
  • Why?
    Kedinginan dipicu suhu rendah dan lingkungan basah. Diare dapat dipicu cuaca lembap, makanan cepat basi, perubahan makanan, stres, parasit, serta lingkungan becek.
  • How?
    Kucing kedinginan dapat meringkuk, menggigil, dan memiliki telinga atau kaki dingin. Diare tampak dari kotoran encer atau sering; dokter hewan perlu dihubungi bila gejala berat atau berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebentar lagi akan memasuki musim hujan. Biasanya udara jadi lembap dan dingin, apalagi malam hari. Kamu bisa tinggal tarik selimut atau bikin teh hangat, tetapi bagaimana dengan kucing peliharaan di rumah? Walau berbulu, kucing juga bisa merasa kedinginan, terutama anak kucing, kucing tua, dan kucing yang bulunya tipis.

Selain kedinginan, musim hujan juga sering membuat perut kucing bermasalah. Perubahan cuaca, makanan yang cepat basi karena lembap, sampai lingkungan yang becek bisa memicu diare. Biar kamu nggak panik dan bisa bertindak cepat, yuk kenali tanda-tandanya di bawah ini!


1. Ciri-ciri kucing kedinginan

ilustrasi kucing di atas karpet. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)

Dikutip dari Chewy.com dan Cat-world.com, tanda paling gampang dilihat adalah melalui perilakunya. Kucing yang kedinginan biasanya mencari tempat hangat dan meringkuk rapat. Kamu mungkin mendapati dia tiba-tiba nempel di pangkuan, menyelinap ke tumpukan baju bersih, atau tidur di karpet yang tebal. Kucing yang nyaman biasanya tidur melebar, sedangkan kucing kedinginan meringkuk untuk menahan panas tubuhnya.

Tanda fisiknya juga bisa kamu cek langsung. Kucing yang terlalu dingin bisa menggigil, bulunya mengembang, dan ekor serta hidungnya terasa dingin. Coba pegang telinga dan bantalan kakinya. Kalau terasa sangat dingin, bisa berarti dia butuh dihangatkan.

Kondisi ini bisa jadi serius dan harus kamu waspadai. Yaitu gejala hipotermia antara lain telinga, kaki, dan hidung dingin, gusi pucat, serta gerakan lemah dan lesu. Menggigil bahkan bisa berhenti ketika hipotermia makin parah. Jadi kucing yang diam lemas bukan berarti baik-baik saja. Kalau ini terjadi, segera bawa ke dokter hewan.

2. Ciri-ciri kucing diare di musim hujan

ilustrasi kucing di halaman rumah. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)

Diare ditandai dengan kotoran yang encer, lembek, atau lebih sering dari biasanya. Kamu bisa menemukannya di pasir kucing, atau malah lantai karena dia gak sempat sampai ke pasir kucing. Dikutip dari In.Virbac.com, Cuaca yang lebih dingin dan lembap disebut bisa memicu diare pada kucing. Penyebab lainnya juga banyak, misalnya ganti makanan, stres, dan parasit.

Bahaya utama dari diare adalah dehidrasi, apalagi kalau kucing juga muntah atau malas makan dan minum. Satu cara mengeceknya adalah mencubit lembut kulit di antara tulang belikat. Kalau kulit tetap berdiri setelah dilepas, itu tanda dehidrasi. Gusi yang lengket atau kering dan mata yang tampak cekung juga jadi tandanya. 

Untuk diare ringan, kucing yang masih aktif dan lincah biasanya bisa dipantau di rumah dulu. Perawatan di rumah mencakup memastikan kucing mendapatkan cairan (minum) dan menyiapkan makanan lunak yang ramah di perut.

Pastikan air minum selalu segar, dan jangan kasih obat manusia. Perawatan di rumah sebaiknya hanya berupa diet lunak jangka pendek dan menjaga hidrasi. Hubungi dokter hewan kalau gejala berlanjut lebih dari 24 sampai 48 jam.

3. Cara mencegah dan kapan harus ke dokter hewan

ilustrasi kucing di halaman rumah. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)

Ada beberapa cara untuk mencegak kucing kedinginan seperti dikutip Mypetandi.elanco.com. Siapkan tempat tidur yang kering dan jauh dari angin. Alasnya bisa pakai handuk tebal atau selimut bekas di kardus, tidak perlu mahal. Kalau kucingmu sering tidur di teras atau luar rumah, pindahkan ke dalam saat hujan deras.

Bawa kucing masuk sebelum suhu mencapai tingkat yang berbahaya dan pantau perilakunya. Lantai keramik yang dingin juga bisa bikin kucing kurang nyaman, jadi sediakan alas empuk.

Untuk pencernaan, jaga kebersihan tempat makan dan minum. Jangan biarkan makanan basah (wet food) tergeletak terlalu lama karena cepat basi di udara lembap. Hindari juga mengganti jenis makanan secara mendadak. Pastikan juga vaksinasi kucing selalu terbaru, karena penyakit infeksius seperti Feline Panleukopenia sering meningkat kasusnya di musim hujan. 

Ada kondisi yang tidak boleh ditunda. Segera ke dokter hewan jika ada darah atau kotoran hitam seperti ter, diare lebih dari 48 jam, atau kucing juga muntah, lemas, tidak mau makan, atau tampak dehidrasi. Untuk anak kucing, ekstra waspada. Diare pada anak kucing, terutama yang disertai lesu, sebaiknya segera dikonsultasikan karena mereka cepat mengalami dehidrasi.

Saat musim hujan tiba, pemilik kucing dituntut lebih peka terhadap kondisi si kucing. Kenali tanda kedinginan dan diare sejak dini supaya penanganannya cepat. Kalau ragu, jangan coba-coba obat sendiri. Konsultasi ke dokter hewan selalu jadi pilihan terbaik buat kucing kesayanganmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article