Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kilatan Misterius di Langit Denpasar, BMKG Pastikan Bukan Fenomena Cuaca
ilustrasi kilat (pexels.com/Flash Dantz)
  • Rekaman CCTV berdurasi sekitar 13 detik yang diunggah akun X @Syafirrasy memperlihatkan kilatan cahaya dari wilayah Kertalangu, Denpasar Timur.
  • Pengunggah memperkirakan kilatan terjadi di Denpasar Selatan, antara kawasan Sanur dan Serangan.
  • BBMKG Denpasar menyatakan tidak ada awan konvektif atau Cumulonimbus di Sanur-Serangan; kondisi atmosfer kondusif dan kilatan bukan fenomena cuaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rekaman CCTV sekitar 13 detik memperlihatkan kilatan cahaya misterius di langit Denpasar. BMKG menyatakan kilatan tersebut bukan fenomena cuaca.
  • Who?
    Akun X @Syafirrasy mengunggah rekaman tersebut. Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti, memberikan keterangan berdasarkan pemantauan cuaca.
  • Where?
    Pengunggah berada di Kertalangu, Denpasar Timur, dan memperkirakan kilatan terjadi di Denpasar Selatan, antara kawasan Sanur dan Serangan.
  • When?
    Kilatan terekam pada dini hari; tanggal kejadian per saat ini masih belum diketahui. Keterangan BMKG disampaikan pada Minggu, 6 September 2026.
  • Why?
    Penyebab kilatan per saat ini masih belum diketahui. BMKG tidak menemukan awan konvektif atau Cumulonimbus yang dapat memicu petir di wilayah Sanur-Serangan.
  • How?
    BMKG menilai rekaman melalui pengamatan citra satelit dan radar cuaca. Pemantauan menunjukkan atmosfer cukup kondusif dan tidak terdapat kondisi cuaca yang menyebabkan kilatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Sebuah akun media sosial X mengunggah sebuah rekaman closed circuit television (CCTV) berdurasi sekitar 13 detik yang memperlihatkan kilatan cahaya.

Pengunggah video di X itu bernama @Syafirrasy. Namun, video aslinya berasal dari akun Threads.com/rizkysudiantoro. Ia mengatakan bahwa dirinya tinggal di daerah Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur. Ia memperkirakan kejadian kilatan itu berada di area Denpasar Selatan di antara kawasan Sanur atau Serangan.

Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti, saat ditunjukkan video tersebut menjelaskan hal berbeda. Berikut ulasan selengkapnya.

Tidak terdapat awan yang mampu menghasilkan kilat di kawasan itu

Ilustrasi Awan (IDN Times/Sunariyah)

Eka Arisanti menjelaskan berdasarkan hasil pengamatan citra satelit atau radar cuaca, tidak terdapat awan konvektif yang berpotensi menimbulkan peristiwa kilatan tersebut.

“Tidak ada awan konvektif atau Cumulonimbus (jenis awan konvektif yang mampu menghasilkan kilatan cahaya/petir) pada dini hari di wilayah Sanur-Serangan,” papar Eka Arisanti kepada IDN Times, Minggu (6/9/2026).

Kilatan dalam video bukan fenomena cuaca

Geologi Regional Pulau Bali. (IDN Times/Ayu Afria)

Ia memaparkan bahwa dari hasil pemantauan BMKG menunjukkan kondisi atmosfer saat kejadian cukup kondusif. Sehingga tidak ada kilatan yang disebabkan oleh fenomena cuaca di hari tersebut.

“Dapat kami sampaikan bahwa kilatan cahaya tersebut bukan merupakan fenomena cuaca,” tegasnya.

Editorial Team

Related Article