Denpasar, IDN Times - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan mulai 14 hingga 17 Agustus 2026 terkait potensi gelombang yang sangat tinggi dari 4-6 meter di Selat Lombok Bagian Selatan.
Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter. Serta kapal pesiar dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 4 meter.
Potensi gelombang tinggi di wilayah Bali, dengan ketinggian gelombang laut mencapai 2,5 - 4,0 meter berpotensi terjadi di Selat Bali bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Bali dan Selat Badung. Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Sementara itu, ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Utara Pulau Bali dan Selat Lombok Bagian Utara. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Perairan Utara dan Selatan Bali bertiup dari arah Timur - Selatan dengan kecepatan antara 4 - 25 knot.
Pada 15 Agustus 2026 kecepatan arus di Perairan Utara Pulau Bali 0,78 - 1,00 kt; Selat Badung 1,76 - 2,53 kt; Selat Bali bagian Selatan 0,91 - 1,01 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 1,17 - 2,01 kt; Selat Lombok bagian Utara 1,18 - 1,96 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,62 - 3,55 kt.
