Ruang isolasi RSUD Tabanan total memiliki 17 tempat tidur, yang hampir setiap harinya terisi pasien suspek maupun terkonfirmasi COVID-19. RSUD Tabanan menugaskan enam dokter dan 24 perawat untuk merawat pasien COVID-19. Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Tabanan per tanggal 3 September 2020 ini saja mencapai 66 orang. Para pasien positif COVID-19 asal Tabanan ini dirawat tersebar di seluruh rumah sakit Bali. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 394 orang, dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 17 orang.
Menurut Direktur RSUD Tabanan, dr Nyoman Susila, pihaknya selalu menjaga kondisi nakes agar tetap prima ketika bertugas di ruang isolasi. Seperti memberikan vitamin dan makanan khusus, serta tes swab setiap satu sampai dua bulan sekali.
"Untuk keamanan mereka, setiap sebulan atau dua bulan sekali, mereka menjalani tes swab. Selain itu ada vitamin dan makanan khusus untuk menjaga mereka tetap fit dan sehat," kata Susila, Rabu (3/9/2020).
Susila memastikan pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) selalu tersedia. Selain RSUD Tabanan melakukan pengadaan sendiri, pihaknya juga mendapatkan APD dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan donasi, meski untuk yang terakhir ini sudah sangat jarang. Kebutuhan APD sendiri berfluktuasi. Tergantung jumlah pasien yang dirawat. Namun jika dirata-rata, RSUD Tabanan membutuhkan 22 APD Level III setiap hari.
"Sampai saat ini belum ada petugas kami di ruang isolasi terpapar virus. Mereka masih bisa mengatasi pasien. Namun jika kasus terus meningkat, dikhawatirkan tenaga yang ada bisa kewalahan," terang Susila.