Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
APD di Tabanan Masih Aman Asalkan Tidak Ada Peningkatan Kasus COVID-19
Seorang tenaga kesehatan melambaikan tangan sebelum memberikan makanan kepada pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020) (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Tabanan, IDN Times - Semenjak ada kasus positif COVID-19 terkonfirmasi di Bali, selama itu pula tenaga kesehatan (Nakes) di rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 berjuang tanpa henti untuk merawat pasiennya. Kabupaten Tabanan sendiri memiliki dua RS rujukan COVID-19, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) RS Nyitdah.

Bukannya untuk menakuti, selain pasien, para nakes juga banyak bertumbangan karena kewalahan hingga terinfeksi virus juga. Sejauh ini, RS di Tabanan mengaku telah berjibaku untuk mencegah penularan dan keamanan nakes yang bertugas di ruang isolasi. Apa saja yang dilakukan oleh pihak RS? Berikut ulasannya.

1. RSUD Tabanan rutin melakukan tes swab bagi para nakes setiap satu sampai dua bulan sekali

(Dok.IDN Times/Istimewa)

Ruang isolasi RSUD Tabanan total memiliki 17 tempat tidur, yang hampir setiap harinya terisi pasien suspek maupun terkonfirmasi COVID-19. RSUD Tabanan menugaskan enam dokter dan 24 perawat untuk merawat pasien COVID-19. Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Tabanan per tanggal 3 September 2020 ini saja mencapai 66 orang. Para pasien positif COVID-19 asal Tabanan ini dirawat tersebar di seluruh rumah sakit Bali. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 394 orang, dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 17 orang.

Menurut Direktur RSUD Tabanan, dr Nyoman Susila, pihaknya selalu menjaga kondisi nakes agar tetap prima ketika bertugas di ruang isolasi. Seperti memberikan vitamin dan makanan khusus, serta tes swab setiap satu sampai dua bulan sekali.

"Untuk keamanan mereka, setiap sebulan atau dua bulan sekali, mereka menjalani tes swab. Selain itu ada vitamin dan makanan khusus untuk menjaga mereka tetap fit dan sehat," kata Susila, Rabu (3/9/2020).

Susila memastikan pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) selalu tersedia. Selain RSUD Tabanan melakukan pengadaan sendiri, pihaknya juga mendapatkan APD dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan donasi, meski untuk yang terakhir ini sudah sangat jarang. Kebutuhan APD sendiri berfluktuasi. Tergantung jumlah pasien yang dirawat. Namun jika dirata-rata, RSUD Tabanan membutuhkan 22 APD Level III setiap hari.

"Sampai saat ini belum ada petugas kami di ruang isolasi terpapar virus. Mereka masih bisa mengatasi pasien. Namun jika kasus terus meningkat, dikhawatirkan tenaga yang ada bisa kewalahan," terang Susila.

2. UPTD RS Nyitdah mendapatkan APD Dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan

UPTD RS Nyitdah (Dok.IDN Times/Istimewa)

Sama seperti RSUD Tabanan, UPTD RS Nyitdah juga menjaga kondisi para nakesnya dengan gizi seimbang, dan mengingatkan mereka untuk selalu memakai APD serta istirahat yang cukup. Bedanya, 

Berbeda dengan RSUD Tabanan yang rutin menjadwalkan tes swab untuk nakesnya. UPTD RS Nyitdah baru melakukan tes swab jika ada keluhan atau gejala mengarah ke COVID-19.

"Tetapi sampai saat ini belum ada tenaga kesehatan kami yang bertugas di ruang isolasi terpapar COVID-19," kata Direktur UPTD RS Nyitdah, dr Nyoman Wisma Brata.

Sementara penyediaan APD mereka dapatkan dari Dinas Kesehatan Tabanan. Mereka biasanya membutuhkan tiga APD Level III per hari untuk menangani satu pasien.

"Kami dapatkan dari Dinas Kesehatan Tabanan. Kalau dari donasi sudah tidak pernah ada lagi," jelas Wisma Brata.

3. Dinas Kesehatan Tabanan memastikan APD cukup terpenuhi sampai akhir tahun 2020

APD Level Tiga di RSUD Tabanan. (Dok.IDN Times/RSUD Tabanan)

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika, memastikan ketersediaan APD di Tabanan aman sampai akhir tahun 2020. Pembelian APD diambil dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Ini untuk semua level APD. Nanti diberikan ke fasilitas kesehatan dari Puskesmas hingga rumah sakit sesuai kebutuhannya," kata Suratmika.

Editorial Team

Related Article