Kamu pernah merasa seolah-olah bisa mengendalikan segalanya? Misalnya merasa lampu lalu lintas tiba-tiba berubah hijau saat kamu mendekat, tim favoritmu berhasil karena dukunganmu yang tak kenal lelah, hingga kafenya laris karena kamu merasa itu berkat kedatanganmu. Tapi, apakah benar kita memiliki kekuatan untuk memengaruhi hasil-hasil tersebut, atau itu hanya ilusi semata?
Kita sering terjebak dalam pemikiran bahwa dengan berharap keras, melakukan ritual tertentu, atau bahkan sekadar ‘merasa’ baik, kita bisa mengontrol kejadian di sekitar. Namun, apa jadinya jika keyakinan ini justru membawa dampak negatif pada kesehatan mental? Nah, berikut adalah lima alasan yang menjelaskan mengapa ilusi kontrol ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga bisa berbahaya. Yuk, simak merujuk pada verywellmind.com, psychologytoday.com, dan Illusion of Control: The Role of Personal Involvement yang diterbitkan di laman American Psychological Association.
