Comscore Tracker

Kisah Pemuda Bali Wujudkan Mimpi ke Harvard University

Dia semeton Tabanan lho

Melanjutkan pendidikan atau bahkan menjadi peneliti di universitas ternama dunia, merupakan impian banyak orang. Hal ini juga yang berhasil dicapai oleh I Made Subagiarta, seorang pemuda asal Kabupaten Tabanan. Dia berhasil melanjutkan pendidikan dan berkarier di Harvard University, Amerika Serikat.

Kerja keras serta semangatnya untuk terus mengukir prestasi, membuat pemuda dengan latar belakang Pendidikan Kedokteran ini dapat bersaing menuntut ilmu di universitas terbaik dunia.

Berikut kisah perjalanan millenials asal Bali, I Made Subagiarta.

Baca Juga: Kisah Ketut Tantri, Perempuan Viking yang Jatuh Cinta Pada Bali

1. Aktif menuntut ilmu dan berorganisasi selama masa kuliah

Kisah Pemuda Bali Wujudkan Mimpi ke Harvard UniversityI Made Subagiarta bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Dok.IDN Times/I Made Subagiarta)

I Made Subagiarta lahir dan besar di Tabanan. Memasuki kuliah, pria yang akrab disapa Arta ini mengambil studi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud). Tidak sekadar menuntut ilmu, semasa kuliahnya aktif berorganisasi. Ia bergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, hingga mengikuti berbagai perlombaan ilmiah tingkat nasional dan internasional.

Keaktifannya dalam menempuh pendidikan dan berorganisasi, membuat Arta mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar ke Thailand dan Jepang untuk memperdalam ilmu kedokterannya.

“Setelah saya lulus, saya bekerja sebagai dokter di Bali, sebelum akhirnya melanjutkan studi di Amerika,” ujar Arta ketika dihubungi IDN Times melalui pesan WhatsApp, Kamis (10/2/2022).

Baca Juga: Sisi Gelap Bali: Sejarah Perbudakan di Pulau Dewata  

2. Arta berkarier di Indonesia dan Amerika sekaligus

Kisah Pemuda Bali Wujudkan Mimpi ke Harvard UniversityDok.IDN Times/I Made Subagiarta

Arta sudah berada di Boston sejak tahun 2018. Awalnya ia mengambil pendidikan S2 di Harvard. Setelah lulus, Arta mendapatkan tawaran untuk program Postdoctoral Research Fellow (Peneliti) di Harvard Medical School.

Di saat bersamaan, Arta  juga membagi waktu untuk membangun inisiatif kesehatan mental di Indonesia bernama Klara. Selain itu, ia juga menjadi Medical Director sebuah startup kesehatan digital bernama Sirka di Indonesia.

“Secara umum sebenarnya karier saya ada di Indonesia dan Amerika, karena saya juga bekerja full-time di Jakarta sambil menjalani postdoc di Harvard. Semua berkat akselerasi perkembangan dunia digital yang membuat ini bisa terwujud,” ungkap Arta yang juga sempat meraih The Ambassador Award for Excellence dan The Winner of MIT Hacking Medicine.

3. Jadikan Hukum Ketiga Newton sebagai pedoman dalam meraih cita-cita

Kisah Pemuda Bali Wujudkan Mimpi ke Harvard UniversityDok.IDN Times/I Made Subagiarta

Arta lalu membagi tips buat millennials, gimana cara mendapatkan impian seperti dirinya yang berhasil menempuh pendidikan dan berkarier di Harvard. Menurut Arta, Hukum Ketiga Newton menjadi pedomannya dalam meraih cita-cita.

Sebuah teori dalam Ilmu Fisika itu menyatakan apabila ada aksi, maka selalu akan ada reaksi. Apabila diartikan secara sederhana, seberapa besar usaha yang dikeluarkan, akan mendatangkan hasil yang setara.

“Seperti itulah yang saya yakini. Seberapa besar usaha yang kita keluarkan, akan mendatangkan hasil yang setara. Mungkin bukan hari ini tapi esok, mungkin tidak dalam waktu dekat, namun ingatlah segala upaya akan membuahkan makna. Jadi jangan pernah lelah untuk berusaha mewujudkan cita dan asa,” sarannya.

Menempuh pendidikan dan berkarier di Harvard, tetap membuat Arta ingin berkontribusi lebih untuk Tanah Airnya. Ia berharap dapat berkontribusi untuk menurunkan disparitas kesehatan di Indonesia.

“Saya yakin dengan memanfaatkan teknologi, kita dapat mewujudkan visi untuk meningkatkan status kesehatan bangsa,” harapnya.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya