Comscore Tracker

5 Lagu Berbahasa Bali yang Sering Jadi Soundtrack Video Wedding

Bikin mimin ikut baper deh

Pernikahan menjadi satu momen yang paling membahagiakan bagi pasangan kekasih. Penyatuan dua insan yang memutuskan untuk menapaki hidup baru, tentu tak akan terlupakan seumur hidup bagi yang melakoninya.

Hari yang berbahagia itu rasanya tak akan lengkap jika tanpa diabadikan dalam bentuk video. Sebagai pemanis, dalam video biasanya diiringi dengan musik atau soundtrack. Jika menggunakan lagu produksi luar mungkin terasa lebih keren, tapi jika memakai lagu berbahasa daerah, rasanya akan lebih menyentuh. 

Lagu berbahasa Bali juga memiliki lirik-lirik yang relate dengan kehidupan rumah tangga masyarakat Bali sehingga lebih mudah diterima di telinga. Tak jarang, lirik berbahasa Bali juga menyisipkan pepatah, perumpamaan, atau nasehat-nasehat yang sejak dulu dipegang oleh masyarakat Bali. 

Nah berikut ini 5 lagu berbahasa Bali yang sering dijadikan soundtrack video pernikahan masyarakat Bali. Cocok nih untuk yang sedang merencanakan pernikahan.

Baca Juga: 7 Peribahasa Bali yang Mencerminkan Perilaku Manusia

1. Ratih Kamajaya karya Dek Ulik

5 Lagu Berbahasa Bali yang Sering Jadi Soundtrack Video WeddingIDN Times/Wayan Antara

Lagu berjudul "Ratih Kamajaya" merupakan karya dari biduanita pop Bali Dek Ulik. Lagu ini menceritakan tentang pertemuan Dewi Ratih dan Dewa Kamajaya yang dalam tokoh pewayangan merupakan lambang kerukunan suami istri di jagad raya.

Kalau dilihat dari liriknya, lagu ini menggambarkan rasa syukur atas penyatuan dua insan yang menikah pada hari yang sangat baik. Penyatuan itu merupakan buah karma yang mereka petik saat ini. Ke depan, nasihat-nasihat dari para tetua harus diambil agar tidak salah melangkah dalam menjalani bahtera rumah tangga.

2. Tresna Kanti Pawah karya Dek Ulik

5 Lagu Berbahasa Bali yang Sering Jadi Soundtrack Video WeddingIlustrasi Menikah (IDN Times/Arief Rahmat)

Masih dari biduanita Dek Ulik, lagu yang juga sering dijadikan soundtrack video wedding adalah lagu berjudul "Tresna Kanti Pawah". Jika dilihat dari arti bahasa Balinya, lagu ini bermakna cinta sampai gigi tak lagi ada, alias hingga tua.

Pada intinya, lagu ini menggambarkan kesetiaan cinta. Hidup bersama, menua bersama, hingga ajal yang memisahkan raga.

3. Seribu Bidadari karya Ary Kencana

5 Lagu Berbahasa Bali yang Sering Jadi Soundtrack Video WeddingIlustrasi Pernikahan (IDN Times/Mardya Shakti)

Lagu berikutnya adalah lagu yang berjudul "Seribu Bidadari" karya Ary Kencana, artis yang sudah tidak asing lagi di dunia belantika musik pop Bali. Berbagai karyanya hits dan relate dengan kehidupan sehingga mudah diterima oleh masyarakat.

Lagu ini mengisahkan seorang lelaki yang bertemu perempuan idaman dan meyakini perempuan ini adalah jodohnya hingga akhir hayat. Meskipun seribu bidadari mendekati dan menawarkan cinta, si lelaki tetap teguh dan tak berpaling dari perempuan yang selama ini mendampinginya, baik dalam keadaan senang maupun susah.

Sebagai kesungguhan hatinya, si lelaki membuktikan diri dengan meminang perempuan pilihannya. Pada hari baik yang telah ditentukan, si lelaki datang ke rumah perempuan untuk membuktikan keseriusannya hidup saling melengkapi menjadi sepasang suami istri. So sweet ya.

4. Numitis Pang Siu karya Gung Gek Vita

5 Lagu Berbahasa Bali yang Sering Jadi Soundtrack Video WeddingUnsplash/Alex Iby

Lagu berikutnya adalah lagu berjudul "Numitis Ping Siu" karya Gung Gek Vita. Secara arti, lagu ini bermakna reinkarnasi hingga seribu kali. Secara keseluruhan lirik, lagu ini menggambarkan cinta yang tak lekang oleh waktu. Meski raga telah pergi, namun saling meyakini akan bertemu lagi di kehidupan selanjutnya.

Bagi pihak perempuan, meski reinkarnasi hingga seribu sekali ia tidak akan bisa menemukan seorang yang sempurna seperti cowoknya sekarang. Begitu juga sebaliknya. Bagi si cowok, meski reinkarnasi hingga ribuan kali, tak akan mendapatkan pasangan secocok yang sekarang. Pertemuan mereka diyakini adalah takdir.

5. Kanti Umur Ngantiang karya Putri Bulan

5 Lagu Berbahasa Bali yang Sering Jadi Soundtrack Video WeddingIlustrasi Menikah (IDN Times/Arief Rahmat)

Lagu berjudul "Kanti Umur Ngantiang" termasuk sedang hits saat ini. Lagu karya penyanyi Putri Bulan ini baru saja dirilis sekitar bulan November 2020. Lagu ini menggambarkan kehidupan seorang perempuan yang rela meninggalkan keluarga kandungnya demi seorang lelaki yang menjadi pilihan hidupnya untuk menjalani kehidupan dengan keluarga yang baru.

Perempuan berharap cinta suami tak akan memudar meski rambutnya telah memutih, kulitnya mulai keriput, dan wajahnya yang tak menawan lagi seperti dulu. Ia berharap pula agar suaminya tetap mencintainya dan menerima kekurangan masing-masing seumur hidup hingga ajal memisahkan.

Nah itu dia 5 lagu berbahasa Bali yang sering dijadikan sountrack video pernikahan. Semoga para pasangan suami istri selalu langgeng seperti yang tertuang dalam lagu-lagu berbahasa Bali di atas ya.

Topic:

  • Diantari Putri
  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya