Comscore Tracker

Jejak Jenderal Golose di Bali, Berantas Premanisme Hingga Klub Malam

Suksma ngih atas pengabdiannya selama ini untuk Bali

Kapolda Bali, Irjen Pol Dr. Petrus R. Golose resmi dimutasi ke Bareskrim Polri sebagai PATI Bareskrim Polri (Persiapan Penugasan Luar Struktur) berdasarkan Surat Telegram dengan nomor ST/3222/XI/KEP/2020 tertanggal 16 November 2020. Jenderal kelahiran Manado 27 November 1965 ini tercatat yang paling lama menjabat sebagai Kapolda Bali yakni sejak 12 Desember 2016 hingga November 2020.

Pada masa-masa awal menjabat di Bali, ia mengaku terlebih dahulu melakukan observasi sesuai prinsip keilmuan guna mengetahui strategi apa yang akan diterapkan, khususnya dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat. Golose kemudian menemukan berbagai persoalan hukum, di antaranya masalah terorisme, narkoba, premanisme, korupsi, masalah pertanahan, hingga pungli. 

Selama masa jabatannya sebagai Kapolda Bali, bandar-bandar narkorba kelas kakap telah digiring ke jeruji penjara. Selain sukses di bidang penegakkan hukum, Polda Bali juga meraih peringkat pertama dalam hal kepuasan masyarakat terhadap kinerja instansi pemerintah berdasarkan hasil survei dari Universitas Udayana dan Universitas Indonesia pada tahun 2018.

Baca Juga: [BREAKING] Sayonara Jenderal Golose, Kapolda Bali Dimutasi

1. Anti premanisme, pungli, dan mafia tanah

Jejak Jenderal Golose di Bali, Berantas Premanisme Hingga Klub Malamistimewa

Pada tahun 2018, Golose mengatensi program yang menjadi harapan masyarakat Bali yakni masalah keamanan, kemacetan, narkoba, dan premanisme. Jenderal Golose memerangi premanisme dan berbagai aksi serta dampaknya yang akan timbul di Bali.

Beberapa hal yang telah dia lakukan di antaranya pemberantasan premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas), berbagai macam pungutan liar yang meresahkan masyarakat, termasuk Kartu Identitas Penduduk Musiman (Kipem). Selain itu juga terkait penangkapan Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta dalam kasus penipuan terhadap Bos Maspion.

Pada 10 Juli 2019 lalu, sang jenderal menegaskan bahwa Bali harus tetap dijaga keamanan dan kenyamanannya sampai kapan pun dan oleh siapa pun. Termasuk oleh masyarakat Bali sendiri sebab menurutnya, Bali merupakan destinasi pariwisata dunia.

"Sekarang ini tantangan keamanan yang berat tidak ada. Tantangan itu mungkin ada, dan yang selalu dipertanyakan kepada saya. Dan ini akan saya jawab secara terbuka seperti sekarang ini. Pertanyaannya, bagaimana kalau bapak pindah? Apakah Ormas Laskar Bali, Baladika, Pemuda Bali Bali Bersatu dan lain-lain akan hidup kembali? Saya jamin, kalau pun saya pindah dan sebagainya, saya tetap akan berkomunikasi soal ini. Saya masih tetap polisi. Saya tetap akan membantu Bali, membantu Pak Gubernur Bali dan Ketua DPRD Bali, karena kita benar-benar mencintai Bali ini," ujarnya tegas pada kesempatan tersebut.

Ia juga menyampaikan beberapa pencapaian selama dirinya menjabat, termasuk berhasil menyelesaikan persoalan mafia tanah, melakukan penangkapan puluhan Warga Negara Asing (WNA) dalam kasus penipuan lintas negara. Selain itu ada juga pengungkapan pelaku perampasan senjata anggota Brimob Polda Bali sekaligus pelaku perampokan money changer serta pengungkapan tahanan Lapas Kelas II A Kerobokan yang kabur, dan penutupan club Sky Garden. 

2. Bentuk Satgas CTOC Polda Bali yang disebut memiliki kemampuan setara Densus 88

Jejak Jenderal Golose di Bali, Berantas Premanisme Hingga Klub Malamakamaized.net

Bahaya terorisme tetap merupakan target yang harus dijaga, diawasi, dan dianalisis tingkatan ancamannya terhadap Indonesia khususnya Bali. Oleh karena itu Irjenpol Petrus Reinhard Golose membentuk Satgas Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) untuk menanggulangi 10 kejahatan transnational. Kemampuannya disebut-sebut setara dengan Detasemen Khusus 88. 

CTOC bentukannya berdedikasi membantu menangani kasus-kasus transnational crime. Tugasnya adalah fokus terhadap pemberantasan terorisme, peredaran, dan penyalahgunaan narkoba, penyelundupan senjata, perdagangan manusia, pencucian uang, pembajakan laut, cybercrime, kejahatan ekonomi, penyelundupan manusia khususnya perempuan dan anak, serta penyelundupan hewan langka dan kayu.

Ia sempat menyebutkan bahwa kejahatan ini memiliki karakteristik yang sulit diselidiki karena selalu melibatkan lebih dari satu negara.

3. Penutupan Club Akasaka semakin mencuatkan namanya ke publik

Jejak Jenderal Golose di Bali, Berantas Premanisme Hingga Klub MalamDok.IDN Times/Istimewa

Pada tahun-tahun awal kepemimpinannya yakni Juni 2017, nama Jenderal Golose langsung menjadi perhatian publik karena penggrebekan Club Akasaka di Denpasar dan hingga saat ini masih ditutup. Dalam penggrebekan tersebut ditemukan barang bukti 19.000 butir ekstasi senilai Rp 9,5 miliar. Bos besarnya pun kemudian dilayar ke Pulau Nusa Kambangan.

Selain itu, ada juga penangkapan 1,494 gram sabu di Kabupaten Jembrana, penangkapan Wakil Ketua DPRD Bali Jro Gede Komang Swastika alias Jro Jangol atas kasus narkoba. 

4. Deretan fasilitas yang diresmikan oleh Jenderal Golose di Bali

Jejak Jenderal Golose di Bali, Berantas Premanisme Hingga Klub MalamPolda Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Dilansir dari laman bali.polri.go.id pada tahun 2019 lalu, adalah menjadi tahun keempat bagi jenderal lulusan Akpol tahun 1988 untuk memimpin Bali. Hingga tahun 2020, Ia lebih banyak melakukan renovasi dan pembangunan infrastruktur sehingga berdampak pada fasilitas dan tingkat pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Langkah tersebut membuat Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menjadi satu-satunya Kapolda Bali yang mencatat rekor pembangunan terbanyak untuk fasilitas dinas di Polda Bali. Dana renovasi dan pembangunan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan hibah dari pemerintah Kabupaten Badung. Beberapa fasilitas yang diresmikannya di antaranya:

  • Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) dan Promoter Raksa Grahita
  • Gedung Pesat Gatra Polresta Denpasar
  • Gedung Utama SPN Polda Bali
  • Mako Polsek Susut
  • Polsek Petang
  • Polsek Kediri
  • Rumah Jabatan Kapolres Badung
  • Polsek Kuta Selatan
  • Polsek Denpasar Barat
  • Gedung Satlantas Polres Badung
  • Renovasi Dojo Polres Bangli
  • Gedung Arsip Setum
  • Rumah Jabatan dan Mess Polda Bali
  • Gedung Command Center Polda Bali
  • Gedung Hyperbaric Chamber
  • Aspol Parama Radmila Graha Polres Jembrana dan Bangli
  • Lapangan Tembak Praja Rastra Gandewa Penebel Tabanan
  • Lapangan Tembak Paramasatwika Melaya Jembrana
  • Pos Polairud Serangan.
  • Pembangunan gedung Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar, hibah dari Pemkab Badung
  • Pembangunan mess Polri hibah dari Pemprov Bali
  • Pembangunan Sport Center Bhayangkara Tohpati hibah dari Pemkab Gianyar
  • Merenovasi atap Mako Mapolda Bali hibah dari Pemprov Bali
  • Gedung Kantor Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Bali hibah dari Bupati Badung
  • Counter Terrorism Museum
  • Patung Padarakan Rumeksa Gardapati (PRG) di Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandi), Renon

Topic:

  • Ayu Afria Ulita Ermalia
  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya