Comscore Tracker

5 Kalimat Tak Seharusnya Diucapkan ke Teman yang Bercerai

Perpisahan bukan bahasan yang ringan lho

Satu bencana terburuk dalam kehidupan rumah tangga adalah perceraian. Masalah kompleks ini sesungguhnya tidak ada yang mengharapkan terjadi. Lantaran semua keluarga yang dibangun tujuannya adalah untuk berbahagia sampai maut memisahkan.

Namun nyatanya, bagi beberapa orang yang bertahan untuk mempertahankan hubungan rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika masalah keluarga yang dihadapi sudah membuatnya terancam. Tentunya, daripada mencoba bertahan, lebih baik meninggalkan.

Karena ini adalah topik sensitif, maka sangat perlu menjaga omongan ketika berbicara dengan orang yang mengalami perceraian. Nah, seperti lima kalimat ini jangan sampai kamu ucapkan.

Baca Juga: 5 Kemampuan Anak yang Sering Dilupakan Orangtua

1. "Memangnya kamu gak tega sama anakmu?"

5 Kalimat Tak Seharusnya Diucapkan ke Teman yang BerceraiIlustrasi pria (Pexels/AlexyAlmond)

Kamu harus meyakini, bahwa temanmu telah berpikir panjang bagaimana dampak perceraian terhadap anak-anaknya sebelum mengambil keputusan bercerai. Mungkin orang-orang banyak yang memandang, bahwa perceraian itu sulit bagi keluarga yang bercerai termasuk anak-anak. Namun kenyataannya adalah perceraian terkadang merupakan hal terbaik untuk anak-anak.

Memang akan mengganggu emosional anak, tetapi yang perlu diperhatikan adalah perceraian ini adalah konflik dari orangtuanya. Hal lain yang perlu dipahami adalah terkadang perceraian merupakan kunci yang memungkinkan orangtua terlibat secara sehat. Meskipun demikian, keputusan untuk bercerai seringkali disertai dengan rasa bersalah.

Temanmu yang mengalami perceraian yakin, perceraian adalah keputusan yang tepat untuk keluarganya, tapi tentunya masih ada perasaan bersalah dan keraguan. Di sinilah kamu hadir sebagai teman. Jadi kamu harus mencoba meredakan perasaan itu, daripada menyulutnya.

Baca Juga: 5 Penyebab Anak Hanya Ingin Dekat dengan Salah Satu Orangtua

2. "Mantanmu itu emang gak berguna!"

5 Kalimat Tak Seharusnya Diucapkan ke Teman yang Berceraipexels.com/CliffBooth

Kalimat ini pasti akan keluar sebagai bentuk kekesalan atas kemalangan yang menimpa teman kamu. Niatnya memang bersimpati, namun sebenarnya kalimat tersebut tidak akan membantu temanmu untuk berpikir bahwa dia telah salah menikah dengan pasangan yang buruk.

Makanya sangat tidak membantu jika kamu tidak dapat melihat kedua sisi dari gambaran yang lebih besar. Meskipun kamu sebagai teman mengaku membenci mantannya, tapi sangat tidak bijak jika ikut-ikutan. Biarkan saja dia melampiaskan dan mendukungnya tanpa membuat komentar serupa. Atau biarkan saja itu kalimat itu terlontar dari kuasa hukum yang mendampingi temanmu.

3. "Kamu memang udah coba konsultasi?"

5 Kalimat Tak Seharusnya Diucapkan ke Teman yang BerceraiPexels/TirachardKumtanom

Percayalah, pertanyaan yang kamu ajukan ini terasa naif yang seakan-akan membuat temanmu yang sedang bercerai merasa dia belum berusaha cukup keras untuk menyelamatkan pernikahannya.

Bahkan yang lebih buruknya, tanpa sepengetahuanmu mereka telah mencoba konseling ke ahlinya, namun masih saja gagal. Mungkin juga temanmu bisa saja tidak tertarik dengan konseling. Karenanya, pertanyaan ini terkadang bisa menyinggung.

Ingatlah bahwa tidak ada satu cara yang benar untuk bercerai, juga tidak ada cara yang benar untuk mengatasi perceraian. Sebagai teman, kamu hanya perlu mengansumsikan bahwa temanmu telah mencoba segala hal yang dia rasa nyaman.

4. "Hal yang sama tidak akan terjadi samaku!"

5 Kalimat Tak Seharusnya Diucapkan ke Teman yang BerceraiPexels/AndreaPiacquadio

Mungkin terasa gatal ya pada saat melihat temanmu bercerai, sementara kamu memandang hubunganmu dengan pasangan serasi dan rumah tangga kalian baik-baik saja. Tapi sebelum berpikir seperti itu, kamu harus memahami dengan baik apa inti perceraian mereka.

Makanya sebagai teman yang benar-benar peduli, sangat perlu memeriksa akar permasalahannya, menilik keyakinanmu bahkan asumsimu sendiri. Ingatlah bahwa apa yang kamu pikirkan atau ketahui, belum tentu benar!

Lagian perceraian bisa terjadi pada siapa saja, bahkan seseorang yang mengira dia dalam pernikahan yang bahagia.

5. "Mending kamu sewa pengacara, biar dia kapok!"

5 Kalimat Tak Seharusnya Diucapkan ke Teman yang BerceraiPexels/AndreaPiacquadio

Menyarankan mencari kuasa hukum atau pengacara itu benar, tetapi tidak usah menambahkan embel-embel kalimat emosional lain di belakangnya. Amarah dan kebencian adalah bagian normal dari perceraian, apalagi dia teman dekatmu. Namun yang terbaik adalah tidak menyulut kemarahan itu dengan fantasi balas dendam.

Percayalah, terjebak dalam balas dendam atau perasaan negatif akan membuatnya terjebak dan tidak optimis lagi untuk hidup. Makanya sebagai teman, kita sangat perlu membangun pemikiran, bahwa akhir dari sebuah pernikahan tidak harus menjadi perang kebencian, dan mantan bukanlah musuh.

Intinya, kamu sebagai teman harus bisa menanamkan prinsip bahwa pasangan yang bercerai pasti bisa memperlakukan satu sama lain dengan kebaikan, rasa hormat, bahkan cinta yang mengutamakan hubungan anak-anak.

Nah, itulah lima kalimatnya tak seharusnya diucapkan ke teman yang baru bercerai. Support dia dengan tidak menghakimi, dan memahami sudut pandang.

Basri W Pakpahan Photo Community Writer Basri W Pakpahan

Menulis untuk Memperbaiki Diri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya