Comscore Tracker

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa Jawa

Wah, ternyata ada kemiripan ya

Negara Kepulauan seperti Indonesia memang terdiri dari berbagai macam bahasa. Namun di beberapa daerah ada yang memiliki kemiripan kosakata. Misalnya, antara bahasa Bali dan Jawa. Ketika orang Jawa dan Bali sedang mengobrol, biasanya akan ketemu satu atau dua kosakata yang sama. Hingga akhirnya mereka menyadari memiliki kemiripan bahasa.

Di sisi lain, Bali sendiri masih menggunakan Bahasa Jawa Kuno dalam kehidupan sosial- agamanya. Misalnya saat upacara di pura, atau bahkan di pentas-pentas kesenian Bali seperti arja, topeng, hingga kesenian berupa kidung suci. Mungkin saja, hal tersebut juga yang membuat Bali memiliki kemiripan dengan bahasa Jawa.

Ada banyak kosakata Bali-Jawa yang mirip. Berikut 12 kosakata Bali-Jawa yang memiliki arti sama:

1. Sampun yang berarti sudah

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa Jawapixabay.com/joseph82-2049827

Dalam Bahasa Jawa, kata sampun merupakan bahasa halus. Begitu juga di Bali, kata sampun juga menunjukkan bahasa halus. Kata sampun berarti sudah.

Contoh kalimat:

Jawa: Kulo sampun dahar (Saya sudah makan)

Bali: Tiang sampun ngajeng (Saya sudah makan).

Baca Juga: 4 Pesan Bijak Tetua Bali yang Tidak Boleh Kamu Lupakan

2. Durung yang berarti belum

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa JawaIDN Times/Irma Yudistirani

Kata durung dalam Jawa maupun Bali sama-sama berarti belum. Antara Jawa dan Bali, kata durung merupakan bahasa halus.

Contoh kalimat:

Jawa: Kulo durung siram (Saya belum mandi)

Bali: Ida durung mesiram (Dia/yang dihormati belum mandi).

Baca Juga: 6 Doa Memulai Aktivitas Menurut Agama Hindu Bali

3. Rauh yang berarti datang

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa JawaInstagram.com/happysalma

Kata rauh dalam Bahasa Jawa dan Bali berarti datang. Biasanya kalau Jawa penulisan rauh menjadi rawuh.

Contoh kalimat:

Jawa: Sugeng rawuh (Selamat datang)

Bali: Rahajeng rauh (Selamat datang).

Baca Juga: 7 Doa Agama Hindu Agar Mendapat Kedamaian Hidup

4. Medal yang berarti keluar

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa JawaInstagram.com/happysalma

Kosakata selanjutnya adalah medal. Medal dalam Bahasa Jawa dan Bali sama-sama berarti keluar.

Contoh kalimat:

Jawa: Bapak kulo medal (bapakku keluar)

Bali: Ida (yang dihormati) sampun medal (Dia/yang dihormati sudah keluar)

5. Benjang yang berarti besok

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa Jawainstagram.com/tarabasro

Kata benjang dalam bahasa Jawa dan Bali sama-sama berarti besok. Begini contoh kalimatnya:

Jawa: Benjang kulo ke sekolah (Besok aku ke sekolah)

Bali: Benjang tiang ngeranjing ke sekolah (Besok saya masuk sekolah).

6. Wareg yang berarti kenyang

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa JawaIDN Times/Imam Rosidin

Kata wareg baik dalam Bahasa Jawa dan Bali sama-sama berasti kenyang. Menurut dictionary.basabali.org, kata wareg dalam bahasa Bali merupakan bahasa andap, atau bahasa biasa yang digunakan sehari-hari. Begitu juga di Jawa, kata wareg juga merupakan bahasa ngoko (bahasa biasa). Contoh kalimat:

Jawa: Kulo wes wareg (Saya sudah kenyang)

Bali: Tiang pun wareg (Saya sudah kenyang).

Baca Juga: Masih Perawan, 6 Destinasi Wisata Bali Barat yang Wajib Kamu Kunjungi

7. Tumbas yang berarti beli

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa Jawainstagram.com/maudyayunda

Kata tumbas dalam bahasa Jawa dan Bali berarti membeli. Tapi kalau di Bali, kata tumbas menjadi numbas. Contoh kalimat:

Jawa: Kulo tumbas beras (Saya membeli beras)

Bali: Tiang numbas beras (Saya membeli beras).

8. Meneng yang berarti diam

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa JawaIDN Times/Ayu Afria

Kata meneng dalam Bahasa Jawa dan Bali sama-sama berarti diam. Hanya saja kalau meneng dalam Bahasa Jawa termasuk bahasa biasa, justru di Bali kata meneng merupakan bahasa halus (Menurut dictionary.basabali.org).

Contoh kalimat:

Jawa: Kowe ojo meneng ae (Kamu jangan diam saja)

Bali: Sampunang meneng manten (Jangan diam saja).

9. Akeh yang berarti banyak

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa Jawapixabay.com/EHIB

Kata yang sama selanjutnya adalah akeh. Baik di Jawa maupun di Bali, kata akeh sama-sama berarti banyak. Contoh kalimat:

Jawa: Winston koncone akeh (Winston temannya banyak)

Bali: Ipun akeh medue timpal (Dia banyak punya teman).

10. Lunga yang berarti pergi

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa JawaPixabay/Skitterphoto

Kata lunga dalam bahasa Jawa maupun Bali sama-sama berarti pergi. Tapi di Jawa biasanya kata yang sering digunakan adalah lungo. Contoh kalimat:

Jawa: Ibuk lunga (Lungo) nang pasar (Ibuk pergi ke pasar)

Bali: Biyang lunga ke pasar (Ibu pergi ke pasar).

11. Alit yang berarti kecil

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa Jawainstagram.com/guntur_moko

Kata alit dalam bahasa Jawa dan Bali sama-sama berarti kecil. Begini contoh kalimatnya:

Jawa: Ibuk mundut ulam alit wonten peken (Ibuk membeli  ikan kecil di pasar)

Bali: Biyang ten medue jinah alit (Ibu gak punya uang kecil).

12. Saking yang berarti dari

12 Kosakata Bali yang Maknanya Sama dengan Bahasa JawaIDN Times/Diantari Putri

Kosakata selanjutnya adalah kata saking yang sama-sama berarti dari. Contoh kalimatnya seperti ini:

Jawa: Kulo saking Jawi (Saya dari Jawa)

Bali: Tiang saking Bali (Saya dari Bali).

Itulah kosakata Bali dan Jawa yang memiliki arti sama. Inikah bukti bahwa Bali dan Jawa pernah bersatu?

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya