Comscore Tracker

6 Efek Nyaman Bekerja dari Rumah yang Perlu Diantisipasi

Jangan sampai kamu terlena

Bekerja dari rumah memang memberikan kenyamanan tersendiri. Walaupun awalnya aneh buat kamu yang belum terbiasa, masa pandemik yang panjang ternyata berhasil 'memaksamu' untuk menikmati cara kerja yang baru. Bahkan, kamu mungkin memutuskan resign demi selamanya bekerja dari rumah.

Keuntungan bekerja dari rumah memang banyak. Di antaranya menghemat biaya transportasi, lebih dekat dengan keluarga, dan waktu kerja yang fleksibel. Akan tetapi, jangan terlena sebab enam hal berikut ini pun perlu diantisipasi.

Baca Juga: 6 Trik Menghadapi Rekan Kerja yang Kamu Benci

1. Nuansa santai kadang bikin malas

6 Efek Nyaman Bekerja dari Rumah yang Perlu Diantisipasiilustrasi santai di rumah (pexels.com/Ivan Babydov)

Bekerja dari rumah tidaklah sama dengan sekadar bersantai. Ini yang harus selalu kamu ingat. Apa pun pekerjaanmu, santai yang berlebihan dan menjadi malas sangat berbahaya untuk pendapatanmu. Kepercayaan orang-orang yang bekerja sama denganmu pasti juga menurun kalau begini.

Soalnya, tugas-tugasmu pasti terhambat atau kualitasnya menurun. Disiplin tetaplah menjadi kunci dari keberhasilanmu dalam bekerja dari rumah. Sekalipun nuansanya santai, bekerja di rumah maupun di kantor sama-sama membutuhkan kesadaran yang tinggi untuk menyelesaikan kewajiban penugasan. Jangan diabaikan.

Baca Juga: 5 Fase yang Dialami Setelah Resign Kerja, Relate Gak?

2. Semangat untuk terus berkembang harus dijaga

6 Efek Nyaman Bekerja dari Rumah yang Perlu Diantisipasiilustrasi membaca di rumah (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Bekerja dari rumah biasanya membuatmu tidak memiliki teman kerja yang bisa ditemui setiap hari. Jika kamu cenderung suka bekerja seorang diri, hal ini tentu membuatmu lebih nyaman. Akan tetapi, juga tak berarti gak ada bahayanya, lho.

Tiadanya rekan kerja atau kompetitor di sekitarmu bisa menurunkan semangat dalam mengembangkan diri. Kamu terlalu mudah merasa cukup dengan kemampuan serta pencapaianmu sekarang. Padahal, kompetitor bukannya tidak ada. Suasana kompetisinya hanya kurang terasa ketika kamu bekerja dari rumah.

3. Penampilan kudu tetap terawat

6 Efek Nyaman Bekerja dari Rumah yang Perlu Diantisipasiilustrasi berdandan (pexels.com/cottonbro)

Bekerja dari kantor membuat kamu selalu bertemu banyak orang. Hal ini mendorongmu untuk lebih menjaga penampila,n bahkan bila kamu lebih banyak bekerja di balik layar. Minimal, kamu tidak mau tampak gak terawat di antara teman-teman kantormu.

Nah, saat bekerja dari rumah, kamu menjadi merasa 'aman' dari mata dan penilaian orang akan penampilanmu. Pikirmu, toh kamu ada di rumah sendiri. Padahal, apabila sewaktu-waktu kamu diundang ke sebuah acara, merombak penampilan gak bisa instan.

Kalau hanya soal pakaian, tentu masih dapat dibeli saat itu juga. Namun kulit yang tak terawat misalnya, tidak mungkin bisa disehatkan kembali dalam waktu singkat. Nanti kamu sendiri yang malu, lho.

4. Jangan terjebak mager!

6 Efek Nyaman Bekerja dari Rumah yang Perlu Diantisipasiilustrasi berolahraga di rumah (pexels.com/cottonbro)

Hobi mager bakal berakibat buruk pada kesehatan dan tentunya penampilanmu seperti dalam poin 3. Apalagi bekerja dari rumah membuatmu sangat leluasa untuk mengambil kudapan kapan pun kamu mau. Begitu juga bila kamu ingin rebahan. Habis makan malah mengantuk dan langsung tidur.

Hingga tak terasa, tahu-tahu berat badan terus naik dan kamu mulai kehilangan kebugaran. Usiamu masih muda, tetapi secara kesehatan seperti orang yang telah tua. Walaupun sehari-hari mampu menghasilkan cuan dari rumah saja, tetaplah memerhatikan kesehatanmu dengan aktif bergerak setiap hari.

5. Waktu untuk bersosialisasi perlu dijadwalkan

6 Efek Nyaman Bekerja dari Rumah yang Perlu Diantisipasiilustrasi bertemu teman (pexels.com/Mikhail Nilov)

Awalnya bekerja dari rumah setelah nyaris setiap hari berada di kantor terasa memberikan jeda untuk interaksi bersama orang-orang. Kehidupanmu menjadi lebih lambat dan tenang. Nyaman memang, tetapi bersosialisasi dengan orang lain juga termasuk kebutuhanmu sebagai manusia.

Kalau bekerja dari rumah membuatmu mengabaikan kebutuhan ini, bakal terasa ada yang tidak imbang dalam kehidupanmu. Kebahagiaanmu pasti menurun dan kamu mungkin menjadi gampang curiga pada orang lain saking lamanya tak berinteraksi dengan mereka.

6. Hati-hati, kadang keluar rumah saja rasanya malas atau gampang cemas

6 Efek Nyaman Bekerja dari Rumah yang Perlu Diantisipasiilustrasi menemui teman (pexels.com/cottonbro)

Siapa nih yang setelah sekian lama bekerja dari rumah bawaannya malas, untuk sekadar membeli sesuatu di luar? Apa-apa menggunakan jasa pesan antar. Bukannya tidak boleh sih, cuma cermati apa yang membuatmu seenggan ini.

Kamu patut waspada jika diam-diam mulai merasa cemas dengan orang-orang atau apa saja yang terjadi di luar rumah. Misalnya, kamu khawatir orang-orang bersikap tidak ramah atau bahaya penyakit dan kecelakaan amat besar bila kamu bepergian.

Sebelum rasa malas dan kecemasanmu kian tak terkendali, doronglah dirimu lebih kuat agar sesekali meninggalkan rumah. Entah untuk bertemu teman-teman atau berbelanja tanpa layanan pesan antar. Ingat, alarm bahaya dalam dirimu yang terlalu sensitif juga gak baik karena menghambat perkembangan diri.

Selain menjaga keseimbangan dalam kehidupanmu, mengantisipasi keenam hal di atas sebetulnya berguna pula untuk menjaga produktivitasmu. Bagaimanapun, manusia punya sifat bosan. Termasuk ketika terus-menerus bekerja dari rumah. Pahami kapan kamu perlu keluar sejenak dari rumah maupun melakukan rutinitas untuk refreshing.

Marliana Kuswanti Photo Community Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya