Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suasana Pasar Seni Ubud selama pandemik. (IDN Times/Ni Ketut Sudiani)
  • Wisatawan disarankan memantau prakiraan dan peringatan dini BMKG, lalu membuat itinerary fleksibel dengan aktivitas luar ruangan pada pagi hari serta opsi indoor sebagai cadangan.
  • Saat hujan deras, hindari air terjun, pantai, tebing, jalur pegunungan, dan jalan tergenang; bawa perlengkapan antihujan, alas kaki antiselip, pelindung barang, serta pakaian cadangan.
  • Musim hujan menawarkan sawah lebih hijau, udara sejuk, dan destinasi lebih lengang; pilihan wisata budaya, kelas kreatif, spa, kafe, serta kuliner berkuah tetap tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tujuh panduan disampaikan bagi wisatawan yang berlibur ke Bali saat musim hujan, mencakup pemantauan cuaca, jadwal fleksibel, pilihan wisata indoor, perlengkapan, dan kewaspadaan lokasi berisiko.
  • Who?
    Wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Bali, terutama menjelang akhir tahun, serta BMKG dan BBMKG Wilayah III Denpasar sebagai penyedia informasi cuaca.
  • Where?
    Bali, termasuk Ubud, Canggu, Denpasar, pantai, air terjun, jalur pegunungan, serta ruas jalan perkotaan yang dapat tergenang.
  • When?
    Saat musim hujan di Bali, yang secara umum berlangsung sekitar akhir tahun hingga awal tahun berikutnya. Waktu dan intensitas hujan dapat berubah setiap tahun.
  • Why?
    Hujan, angin kencang, gelombang tinggi, jalur licin, kenaikan debit air, longsor, pohon tumbang, dan genangan dapat memengaruhi kegiatan serta keselamatan wisatawan.
  • How?
    Wisatawan dianjurkan memeriksa peringatan BMKG, memajukan kegiatan luar ruangan ke pagi hari, menyiapkan rencana indoor, membawa perlengkapan antihujan, dan mengikuti arahan petugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hujan mulai mengguyur Bali akhir-akhir ini, dan terkadang juga mendung. Ini bikin ragu sebagian wisatawan untuk berangkat liburan. Padahal, musim hujan justru punya pesonanya sendiri. Sawah semakin hijau, udara lebih sejuk, dan beberapa tempat menjadi tidak terlalu ramai.

Kalau kamu berencana liburan ke Pulau Dewata menjelang akhir tahun, tenang saja. Dengan persiapan yang tepat, hujan bukan halangan. Berikut tujuh tips yang bisa kamu coba.

1. Cek prakiraan cuaca sebelum berangkat

ilustrasi hujan (pexels.com/Ruben Reijgwart)

Cuaca di Bali bisa berubah cepat. Pagi cerah, siang mendung, sore hujan deras. Biasakan memeriksa prakiraan cuaca resmi dari BMKG atau BBMKG Wilayah III Denpasar setiap pagi, terutama peringatan dini hujan lebat dan angin kencang.

Kalau ada peringatan dini, atur ulang jadwalmu. Jangan memaksakan beraktivitas di luar ruangan pada hari yang berisiko.

2. Atur jadwal yang fleksibel

ilustrasi traveling saat hujan (pexels.com/Daria Agafonova)

Jangan menyusun itinerary yang terlalu kaku. Siapkan rencana cadangan untuk setiap hari. Misalnya satu opsi outdoor, satu opsi indoor. Biasanya hujan lebih sering turun siang menjelang sore, jadi aktivitas luar ruangan bisa dimajukan ke pagi hari.

3. Pilih wisata indoor yang tetap menarik

Museum Bali di Kota Denpasar. (IDN Times/Yuko Utami)

Saat hujan deras, kamu masih punya banyak pilihan di dalam ruangan, misalnya museum dan galeri seni di Ubud. Kamu juga bisa ikut kelas memasak atau membuat kerajinan. Belajar membuat masakan khas Bali atau mencoba kelas batik, ukir, dan perak bisa jadi pengalaman yang berkesan.

Ada juga spa dan pijat tradisional. Cuaca sejuk adalah waktu yang pas untuk memanjakan diri. Kalau cuma pengin duduk saja, mending ke kafe atau kedai kopi. Banyak kafe di Canggu, Ubud, dan Denpasar yang suasananya nyaman untuk menikmati hujan sambil bersantai.

4. Menikmati kuliner berkuah khas Bali

Bulung Boni (IDN Times/Irma Yudistirani)

Hujan dan makanan berkuah adalah kombinasi sempurna. Coba sup ikan, jukut ares, bubur, atau rujak rumput laut, dengan teh hangat. Cari warung lokal yang ramai pengunjung warga setempat, biasanya itu tanda rasanya bisa diandalkan.

5. Siapkan perlengkapan antihujan

ilustrasi jas hujan ponco (pexels.com/Pavel Kuznetsov)

Ada beberapa barang yang sebaiknya kamu bawa dalam tas:

  • Jas hujan ringan atau payung lipat

  • Sandal atau sepatu yang anti licin dan cepat kering

  • Tas atau kantong kedap air untuk ponsel dan dokumen

  • Pakaian cadangan

  • Power bank

Kalau naik sepeda motor sewaan, pastikan kamu terbiasa berkendara di jalan basah dan selalu mengenakan helm.

6. Waspadai lokasi berisiko

Spot Air Terjun Munduk sebagai satu destinasi wisata di Kabupaten Buleleng. (IDN Times/Yuko Utami)

Ada beberapa tempat yang sebaiknya dihindari saat hujan deras atau setelahnya:

  • Air terjun. Debit air bisa naik tiba-tiba dan jalur menuju lokasi menjadi licin

  • Pantai dan tebing. Gelombang tinggi dan angin kencang membahayakan, terutama saat ada peringatan dini cuaca.

  • Jalur pegunungan. Tanah longsor dan pohon tumbang bisa terjadi.

  • Jalan yang tergenang. Beberapa ruas jalan di wilayah perkotaan bisa tergenang saat hujan lebat.

Kalau tetap memaksakan diri, sebaiknya ikuti arahan petugas dan papan peringatan di lokasi wisata.

7. Manfaatkan keuntungan musim hujan

Sudut Sawah Terasering Jatiluwih (dok.pribadi/Natalia Indah)

Ada sisi positifnya juga kalua hujan. Pemandangan sawah dan perbukitan jauh lebih hijau, suhu lebih nyaman untuk berjalan kaki, dan sebagian destinasi lebih lengang dibanding musim kemarau.

Kamu juga bisa mendapat peluang harga akomodasi yang lebih bersahabat di luar periode puncak liburan, meski tarif tetap bergantung pada tanggal dan lokasi.

Jika kamu berencana datang saat libur Natal dan Tahun Baru, pesan akomodasi dan transportasi lebih awal karena permintaan biasanya naik. Pastikan juga kamu memeriksa kalender hari raya Bali, karena beberapa upacara adat dapat memengaruhi arus lalu lintas dan jam operasional tempat tertentu.

Pertanyaan yang sering diajukan saat hujan di Bali dan jawabannya

Sawah Jatiluwih di Tabanan. (IDN Times/Irma Yudistirani)
  • Kapan musim hujan di Bali? Secara umum, musim hujan di Bali berlangsung dari sekitar akhir tahun hingga awal tahun berikutnya. Waktu pastinya bisa bergeser setiap tahun, jadi pantau informasi terbaru dari BMKG.

  • Apakah Bali tetap layak dikunjungi saat musim hujan? Ya. Banyak aktivitas yang tetap bisa dilakukan, mulai dari wisata budaya, kuliner, hingga kelas kreatif. Kuncinya ada pada perencanaan fleksibel dan kewaspadaan terhadap cuaca.

  • Di mana cek cuaca Bali yang akurat? Gunakan situs dan aplikasi resmi BMKG atau kanal informasi BBMKG Wilayah III Denpasar.

  • Apakah hujan di Bali turun seharian? Tidak selalu. Hujan sering datang dalam rentang waktu tertentu, misalnya sore atau malam, lalu reda. Karena itu jadwal yang fleksibel sangat membantu.

Jadi, hujan gak harus merusak rencana liburanmu ya. Kamu masih bisa melihat indahnya Bali dari sisi yang berbeda, asalkan sudah disiapkan matang.

Editorial Team

Related Article