Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pengalaman Menemukan Diri dan Menenangkan Jiwa di Abisena

Restoran Runara di Abisena Ubud. (Dok.Abisena Ubud)
Restoran Runara di Abisena Ubud. (Dok.Abisena Ubud)

Pepohonan hijau tinggi menjulang, berpadu merdu kicauan burung memanjakan telinga. Netra kian merona kala duduk di sudut Restoran Runara, karena Gunung Batukaru terlihat begitu jelas. Menyatu dengan alam menjadikan Restoran Runara di Abisena Ubud, tak hanya sebagai tempat bersantap. Melainkan pengalaman menikmati hidangan penuh kehangatan dan pelepas penat.

Restoran Runara menyajikan beragam hidangan khas Indonesia dan mancanegara. Selain pengalaman bersantap yang menggugah, pengunjung juga dapat ngopi atau ngeteh bersama keluarga dan teman. Indra perasa dan perut telah akur, saatnya meluncur ke berbagai ruang menenangkan di Abisena Ubud.

1. Memadukan tradisi masa lalu demi menatap masa depan yang selaras

Akes ruang publik di Abisena Ubud. (Dok.Abisena Ubud)
Akes ruang publik di Abisena Ubud. (Dok.Abisena Ubud)

Memilih nama Abisena berawal dari kisah Bima menemukan Tirta Kamandalu yang memberikan kehidupan. Kehidupan yang terbangun di Abisena diibaratkan dari unsur Panca Maha Bhuta seperti air, api, udara, tanah, dan angkasa. Kisah masa lalu ini menjadi pegangan Abisena Ubud menatap masa depan para pengunjungnya.

Abisena menciptakan ruang dan pengalaman selaras dengan alam yang memberikan kehidupan bagi para pengunjung. Tercermin pada arsitektur kontemporer, perpaduan unsur tradisi dan modernisasi, pahatan batu padas dengan kisah pewayangan. Material kayu dan marmer memberikan sentuhan kemewahan yang selaras dengan pesona alam di Ubud.

2. Menyajikan ruang privasi yang nyaman

Kamar Terrace Pool Villa dengan lukisan seniman lokal Ubud. (IDN Times/Yuko Utami)
Kamar Terrace Pool Villa dengan lukisan seniman lokal Ubud. (IDN Times/Yuko Utami)

Ada enam tipe kamar di Abisena Ubud yang mencerminkan keindahan selaras alam dan privasi. Menggunakan ornamen ukiran kayu dan anyaman berkesan elegan serta hangat. Kelambu yang mengitari ranjang memberikan sentuhan mewah dan privasi. Keenam kamar ini memiliki ciri khas masing-masing dengan tarif yang berbeda. 

Misalnya Valley Suite, kamar tipe ini menyajikan pemandangan langsung ke hutan. Tersedia beranda pribadi untuk mendekatkan diri dengan rindangnya pepohonan dan kesejukan. Ada juga Terrace Pool Villa dengan sensasi lebih intim karena tersedia kolam renang pribadi. Kedua tipe kamar tersebut telah dicoba IDN Times, dan kami merasakan kenyamanan sekaligus ketenangan dari ornamen, fasilitas, hingga privasi. 

Ada juga Sadha Lounge lokasi minum kopi dan koktail yang menjadi pesona lainnya di Abisena Ubud. Menjelang senja hari di Sadha Lounge mengalun suara suling, yang dimainkan oleh seniman lokal Ubud. Alternatif titik lokasi romantik di Abisena Ubud adalah Agnira Space atau Ruang Agnira. Agnira berkonsep amfiteater, begitu apik untuk upacara pernikahan hingga pertemuan bisnis.

3. Beragam aktivitas menemukan diri

Pemandangan sawah terasering dengan akses terbuka di sekitar Abisena Ubud. (IDN Times/Yuko Utami)
Pemandangan sawah terasering dengan akses terbuka di sekitar Abisena Ubud. (IDN Times/Yuko Utami)

Ada berbagai aktivitas yang tersedia di Abisena Ubud, IDN Times berkesempatan mencoba sesi Yoga Shala. Kami beryoga menggunakan tongkat bambu dipandu oleh instruktur ahli pada bidangnya. Gerakan yoga amat begitu aktif dan beragam. Keringat toksik mengucur deras, otot-otot tegang menjadi rileks. Badan terasa bugar dan lentur. 

Uniknya, Abisena Ubud membuka akses jalan setapak menuju sawah. Pengunjung dapat berinteraksi secara langsung dengan para petani yang beraktivitas di sawah. Lokasi Abisena Ubud begitu strategis, mampu menjangkau berbagai titik wisata seperti Sawah Terasering Tegallalang, Campuhan Ubud, Pasar Seni Ubud, Puri Ubud, dan Monkey Forest.

4. Berdaya bersama alam dan warga lokal

Agnira space di Abisena Ubud. (Dok.Abisena Ubud)
Agnira space di Abisena Ubud. (Dok.Abisena Ubud)

Sebagai sebuah akomodasi dan pelayanan dalam dunia pariwisata, Abisena Ubud melatih tim mereka dengan sangat baik. Para staf yang disebut sebagai Punggawa, sangat ramah, cekatan, dan responsif. Para pekerja sebagian besar adalah warga lokal di sekitar Ubud. 

Ekosistem lokal di Abisena Ubud begitu kental karena masyarakat lokal terlibat dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Abisena. Abisena Ubud juga menggunakan pengelolaan sampah dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Keliki. Ritual penghormatan kepada alam, Abisena Ubud juga menyelaraskan dengan warga sekitar. 

Pemberdayaan warga lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi Abisena Ubud. Semboyan Transforming The Beauty of Heritage tidak hanya mentransformasi keindahan budaya, tetapi juga kebersamaannya dengan warga lokal. Kamu yang mencari ketenangan dan kenyamanan, sudah saatnya menemukan diri di Abisena.

Share
Topics
Editorial Team
Ni Komang Yuko Utami
Irma Yudistirani
Ni Komang Yuko Utami
EditorNi Komang Yuko Utami
Follow Us

Latest Travel Bali

See More

Tiket Masuk Museum Yadnya, Wisata Edukatif di Kabupaten Badung

20 Jan 2026, 12:30 WIBTravel