Desa Sade (instagram.com/wonderfullomboksumbawa)
Alasan berikutnya yang membuat Mandalika naik kelas adalah daya tarik alam dan budayanya. Mandalika punya daya tarik alam yang membuat orang betah tinggal di tempat wisata ini utamanya sebelum maupun setelah menonton balapan. Satu di antara yang paling populer adalah Pantai Tanjung Aan.
Pantai yang Lokasinya berada di kawasan KEK Mandalika ini memiliki butiran pasir bulat-bulat yang terasa seperti biji merica serta lautnya yang dangkal dan ombak yang tenang. Tempat ini juga menjadi tempat dilaksanakannya tradisi Bau Nyale, ritual berburu cacing laut yang dikaitkan dengan legenda Putri Mandalika.
Kalau suka pemandangan dari ketinggian, ada Bukit Merese dan Bukit Seger. Dari Bukit Merese, kamu bisa melihat hamparan Tanjung Aan dan Samudra Hindia, dengan jalur pendakian yang relatif mudah. Bukit ini juga cocok untuk berburu sunset. Bukit Seger menyuguhkan panorama 360 derajat ke arah sirkuit dan garis pantai selatan. Dari atas, kamu bisa melihat lintasan Pertamina Mandalika International Circuit.
Mandalika juga menarik bagi pencinta ombak. Pantai Gerupuk berjarak sekitar 5 km dari sirkuit ini jadi lokasi andalan berselancar. Selain pantai, ada Desa Wisata Sade dan Sasak Ende yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Semua ini membuat satu perjalanan ke Mandalika terasa lengkap, mulai dari adrenalin balapan sampai ketenangan pantai dan budaya lokal.
Dari proyek "Bali Baru", Mandalika kini naik kelas dengan digelarnya Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026. Pertamina Mandalika International Circuit seolah-olah memiliki magnet yang kuat untuk membuat para pembalap maupun penonton tidak sabar datang ke kawasan ini.