Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jatiluwih Masuk Nominasi Best Tourism Village 2024

Jatiluwih Masuk Nominasi Best Tourism Village 2024
DTW Jatiluwih (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Tabanan, IDN Times - Desa Jatiluwih yang berlokasi di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, menjadi desa wisata sejak tahun 1994. Satu destinasi wisatanya yang terkenal adalah Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, menyajikan pemandangan sawah terasering yang masih dikelola secara tradisional.

Tahun ini, Desa Jatiluwih masuk ke dalam nominasi Best Tourism Village 2024 oleh UN Tourism. Tentunya, sebagai desa wisata banyak tujuan wisata yang bisa dinikmati wisatawan ke Desa Jatiluwih. Berikut kegiatan wisata yang bisa dikunjungi di Desa Jatiluwih.

1. Wisata religi

Campuhan untuk pemlukatan di Desa Jatiluwih (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Campuhan untuk pemlukatan di Desa Jatiluwih (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Perbekel Desa Jatiluwih, I Nengah Kartika, mengatakan Desa Jatiluwih memiliki banyak titik campuhan (pertemuan air) yang menjadi wisata religi untuk pemelukatan atau pembersihan diri.

Selain memiliki campuhan untuk pemelukatan, Desa Jatiluwih juga memiliki banyak pura yang memiliki daya tarik tersendiri. Misalnya pura yang ada terbentang dari Utara ke Selatan dimulai dari Pura Taksu, Pura Rsi, Pura Luhur Kawitan Bhujangga Waisnawa, Pura Luhur Petali, Pura Sri Rambut Sedana, Pura Batur, Pura Dukuh, Pura Ulun Siwi, dan Pura Panti/Dadia.

"Desa Jatiluwih juga memiliki objek wisata lain seperti air terjun, yang mana airnya masih sangat jernih sekali," ujar Kartika, Selasa (7/5/2024).

2. Wisata agro

DTW Jatiluwih (IDN Times/Wira Sanjiwani)
DTW Jatiluwih (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Desa Jatiluwih juga punya potensi pertanian dan perkebunan seperti padi beras merah cendana, kopi, jambu klutuk, durian, pisang, talas, dan ketela. Potensi ini dijadikan sebagai Wisata Agro di Desa Jatiluwih. Wisatawan yang datang punya pengalaman langsung bisa memetik hasil kebun atau pertanian. Wisatawan juga bisa melakukan aktivitas menanam ataupun memanen padi secara langsung.

"Ada juga petik kopi hingga durian. Ini langsung petani yang mengorganisir," kata Kartika.

3. Jalur trekking dan pemandangan sawah terasering

Festival Jatiluwih. (lovebali.baliprov.go.id)
Festival Jatiluwih. (lovebali.baliprov.go.id)

Ikonnya Desa Jatiluwih adalah pemandangan sawah terasering. Keindahan sawah terasering dengan sistem irigasi subak ini membuat Jatiluwih ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 2012.

Menurut Kartika, pemandangan sawah terasering tidak hanya di DTW Jatiluwih saja, tetapi juga di seluruh wilayah Desa Jatiluwih.

"Desa Jatiluwih memiliki luas wilayah 2.233 hektare, di mana untuk sawah seluas 303 hektare," terangnya.

Selain sawah, luas wilayah Desa Jatiluwih juga terdiri dari tanah tegalan seluas 813,999 hektare, pekarangan seluas 24 hektare, hutan seluas 1.057 hektare, dan lainnya seluas 60 hektare. Dengan kondisi yang masih alami ini, Desa Jatiluwih dilengkapi jalur trekking yang melewati sawah, perkebunan, hingga hutan.

"Trekking merupakan daya tarik wisata yang ditawarkan di Desa Jatiluwih," papar Kartika.

4. Desa Jatiluwih terus berbenah

Air terjun di Desa Jatiluwih (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Air terjun di Desa Jatiluwih (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Untuk bisa menjadi Best Tourism Village 2024, menurut Kartika ada beberapa hal yang dilakukan, yaitu berbenah dan melakukan promosi.

"Kalau melakukan pembenahan, saat ini kami sedang membuat area parkir serta memperbaiki jalur trekking," katanya.

Desa Jatiluwih juga menjadi destinasi para delegasi World Water Forum (WWF) yang akan dikunjungi pada pertengahan Mei 2024 mendatang.

"Tentunya dengan kunjungan delegasi WWF ini menjadi ajang promosi bagi Desa Jatiluwih di mata Internasional," ujar Kartika.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Ni Ketut Wira Sanjiwani
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Travel Bali

See More

Tiket Masuk Air Terjun Yeh Pikat, Hidden Gem di Tegallalang

16 Apr 2026, 11:52 WIBTravel