Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Warga Binaan Lapas Tabanan Sulap Koran Bekas Jadi Keben

Kab. Tabanan
2 min read
Warga Binaan Lapas Tabanan Sulap Koran Bekas Jadi Keben
Warga binaan Lapas Tabanan menyulap koran bekas menjadi kerajinan bernilai jual (Dok.IDNTimes/Lapas Tabanan)
  • Warga binaan Lapas Kelas IIB Tabanan mengolah koran bekas di Ruang Bimker menjadi keben, bonsai mini, asbak, lampion, serta pajangan mainan.
  • Produksi keben mencapai rata-rata 4–5 buah per bulan dan mengutamakan pesanan; kerajinan koran bekas dijual seharga Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.
  • Pelatihan kerajinan menjadi bagian pembinaan, terutama bagi warga binaan yang mendekati masa bebas, untuk mengasah kreativitas dan keterampilan bernilai jual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDN Times - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan memanfaatkan Ruang Bimbingan Kerja (Bimker) untuk berkarya, Mereka mengasah keterampilannya sekaligus menghasilkan berbagai kerajinan tangan, satu di antaranya dengan memanfaatkan koran bekas. Bahan sederhana tersebut diolah menjadi karya yang memiliki nilai guna, seni, dan nilai jual.

Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, mengatakan bahwa keberadaan warga binaan di dalam Lapas tidak menghalangi mereka untuk tetap produktif dan mengembangkan kreativitas. Seperti mengolah korban bekas menjadi keben, wadah tradisional khas Bali yang umumnya digunakan untuk membawa sarana persembahan atau banten pada upacara persembahyangan.

  1. 1. Koran bekas menjadi keben dan bonsai mini

    IMG-20261005-WA0068.jpg
    Warga binaan Lapas Tabanan menyulap koran bekas menjadi kerajinan bernilai jual (Dok.IDN Times/Lapas Tabanan)

    Basuki mengatakan, setiap warga binaan akan dibekali dengan keterampilan membuat koran bekas menjadi kerajinan yang bernilai guna dan jual. Tidak hanya keben, koran bekas bisa disulap menjadi kerajinan bonsai mini.

    "Pembuatan keben ini rutin dilakukan warga binaan. Tetapi produksinya biasanya mengutamakan yang memesan dulu. Selain keben, koran bekas ini bisa dibuat asbak, lampion, bonsai mini, hingga mobil dan motor mainan pajangan," papar Basuki.

  2. 2. Kerajinan korban bekas dijual dari Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per buah

    IMG-20261005-WA0065.jpg
    Warga binaan Lapas Tabanan menyulap koran bekas menjadi kerajinan bernilai jual (Dok.IDN Times/Lapas Tabanan)

    Rata-rata dalam sebulan, warga binaan bisa menghasilkan 4-5 kerajinan keben.

    "Untuk pemesanan yang dijual ini, memang masih lebih banyak dikerjakan satu warga binaan yang ahli dalam membuat keben. Tetapi ada beberapa warga binaan yang juga ikut berlatih keterampilan membuat karya dari bahan bekas koran, terutama warga binaan yang akan bebas atau mendekati 2/3 masa pidana," jelas Basuki.

    Kerajinan koran bekas ini dijual seharga Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.

    "Kami memberikan ruang untuk berkreasi karena tujuan utama pembinaan adalah membekali warga binaan dengan keterampilan yang bisa mereka pergunakan ketika nanti kembali ke masyarakat,” kata Basuki.

  3. 3. Warga binaan langsung menerapkan keterampilan menyulap koran bekas menjadi kerajinan bernilai jual

    IMG-20261005-WA0069.jpg
    Warga binaan Lapas Tabanan menyulap koran bekas menjadi kerajinan bernilai jual (Dok.IDNTimes/Lapas Tabanan)

    Seorang warga binaan, Heri S, mengaku setelah mendapatkan pelatihan, ia mulai membuat berbagai kerajinan berbahan dasar koran.

    “Setelah mendapatkan pelatihan, saya mulai membuat berbagai macam kerajinan berbahan dasar koran. Ada kepuasan tersendiri ketika apa yang saya kerjakan menghasilkan karya seni dan juga memiliki nilai jual,” ungkapnya.

    Kegiatan pembuatan kerajinan di ruang Bimker menjadi bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan Lapas Tabanan. Melalui kegiatan tersebut, keterampilan yang diperoleh dapat terus diasah selama menjalani masa pembinaan dan menjadi pengalaman yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More