Antrean SPBU di Bali Mengular, Warga Susah mendapatkan BBM

Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU Bali selama sekitar tiga bulan, membuat warga sulit memperoleh BBM dan memicu video viral di media sosial.
Kelangkaan BBM ikut mengganggu transportasi wisatawan; pengemudi taksi online mengaku kesulitan mengisi bahan bakar dan menghindari sejumlah jam perjalanan.
Polsek Kuta Selatan memantau stok SPBU yang bervariasi, sementara keterlambatan kapal, pengurangan pasokan 30–40 persen, kemacetan, dan perbaikan jalur menghambat distribusi.
Denpasar, IDN Times - Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat mewarnai setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Sejumlah kendaraan berbaris mengular memakan setengah badan jalan sudah menjadi pemandangan biasa sejak tiga bulan terakhir.
Misalnya pada Rabu (7/10/2026) malam, seorang warga harus berpindah empat kali untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di wilayah Kecamatan Denpasar Barat. Sementara itu, video viral antrean mengular memenuhi mesia sosial di Bali.
Hingga hari ini, Kamis (8/10/2026), pihak pertamina belum memberikan jawaban pasti terkait dengan situasi tersebut.
Table of Content
1. Isi bensin susah, mencari jasa ojek juga susah

Ilustrasi antrean di SPBU di Bali bulan Oktober 2026 (Dok.IDN Times/istimewa) Pengalaman berwisata yang nyaman di Bali awal Oktober 2026 tidak benar-benar dirasakan oleh wisatawan. Pasalnya mereka susah mencari taksi atau ojek dari berbagai aplikasi.
Rute di beberapa titik wilayah Kuta Selatan, Renon, dan Sanur membutuhkan hingga empat kali pencarian untuk bisa mendapatkan driver. Driver taksi online saat mengantarkan penumpangnya mengaku bahwa alasan susah menemukan driver taksi adalah susahnya mendapatkan bahan bakar.
"Meski jarak pendek Renon-Sanur, susah juga kak. Kami jarang mau ngambil di jam-jam tertentu karena selain macet juga susah dapat BBM. Habis di kemacetan," terang Dhimas Cahya.
2. Sudah antre panjang dan lama, malah ditutup

Ilustrasi antrean di SPBU di Bali bulan Oktober 2026 (Dok.IDN Times/istimewa) Pengalaman tidak nyaman dialami seorang warga yang bernama Lia saat mengantre di SPBU Jalan Teuku Umar Barat, pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.
Sikap tidak ramah ditunjukkan oleh petugas SPBU. Petugas mendadak memutus dan menutup antrean konsumen yang hendak mengisi Pertamax dan Pertamax turbo.
Petugas menggeret baner yang bertuliskan Pertamax habis tanpa mempertimbangkan kekesalan konsumen yang telah mengantre panjang. Selang satu jam, Lia kembali ke SPBU yang sama. Ia mendapati jalur Pertamax dan Pertamax turbo kembali dibuka. Ketika berkesempatan menanyai petugas, Lia mendapatkan jawaban yang cukup mencengangkan.
"Petugasnya bilang tadi di-cut, ditutup tiba-tiba karena melihat antrean panjang. Biar yang antre pada bubar. Aneh kan jawabannya?" ungkapnya.
3. Kepolisian turut mengantisipasi kelangkaan dan antrean panjang

Ilustrasi antrean di SPBU di Bali bulan Oktober 2026 (Dok.IDN Times/istimewa) Sementara itu, di wilayah Kuta Selatan, Polsek Kuta Selatan mengaku telah melaksanakan monitoring ketersediaan stok BBM di sejumlah SPBU, sejak Rabu (7/10/2026) mulai pukul 09.00 Wita. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi stok BBM sekaligus mengantisipasi terjadinya kelangkaan maupun antrean panjang di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Muhammad Said Husen, mengatakan hasil monitoring menunjukkan ketersediaan BBM di sejumlah SPBU masih bervariasi. Beberapa SPBU masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, maupun Bio Solar.
Sementara terdapat SPBU yang stok beberapa BBM-nya telah kosong, dan satu SPBU di wilayah Jimbaran tercatat nihil beroperasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian untuk terus dilakukan pemantauan secara berkala.
"Berdasarkan informasi dari pengelola SPBU, keterlambatan pasokan antara lain dipengaruhi belum sandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran. Selain itu, pasokan ke wilayah Kuta Selatan yang berasal dari Depo Sanggaran dan Manggis disebut mengalami pengurangan jatah sekitar 30–40 persen untuk setiap SPBU. Kondisi distribusi juga dapat dipengaruhi keterlambatan kendaraan tangki akibat kepadatan lalu lintas maupun perbaikan infrastruktur pada jalur distribusi," jelasnya.

















![[QUIZ] Pilih 1 Simbol Dewi Saraswati, Inilah Cita-Cita Terpendam Kamu](https://image.idntimes.com/post/20220830/inspirasi5-c7c8a956c08d5240d23a9803c984bd4e-bf757a75cfffbce4bdb2e7089b52e278.jpg)
![[QUIZ] Pilih Bujet Menikah Adat Bali, Kami Tebak Kamu Nganten di mana](https://image.idntimes.com/post/20230826/f7b161c8-bfc6-4065-8469-0aa05cbb1bb3-58104fcf873a91b060fa273c628f6d83-780e6369d6b6e81e0903300d4c349d58.jpeg)


