Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resep Ramuan Kuno untuk Menghitamkan Rambut ala Lontar Bali
Perempuan Bali membawa persembahan ke pura, tahun 1930an. (worthpoint.com via instagram.com/SejarahBali)
  • Lontar Indrani Sastra merupakan naskah Jawa Kuno dan Bali yang memuat usadha atau pengobatan untuk perawatan kecantikan, termasuk rambut, serta membahas perawatan dan teladan perempuan.

  • Naskah ini menawarkan perawatan rambut alami melalui ramuan keramas yang diklaim berkhasiat menghitamkan rambut, dengan dasar penggunaan bahan alami dan perawatan yang konsisten.

  • Ramuan penghitam rambut terdiri dari tanduk domba, jambu hitam, pisang kekuning-kuningan, dan air jeruk; bahan dilumatkan, dioleskan dari pangkal hingga ujung, dipijat, lalu dibilas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lontar Indrani Sastra memuat ramuan keramas alami yang disebut berkhasiat menghitamkan rambut, menggunakan tanduk domba, jambu hitam, pisang kekuning-kuningan, dan air jeruk.
  • Who?
    Leluhur Bali mewariskan Lontar Indrani Sastra; Ni Luh Sutjiati Beratha, Ni Wayan Sukarini, dan I Made Rajeg mengkaji isi lontar tersebut dalam jurnal ilmiah.
  • Where?
    Tradisi perawatan rambut ini berasal dari Bali melalui Lontar Indrani Sastra, naskah berbahasa Jawa Kuno dan Bali.
  • When?
    Ramuan tersebut berasal dari warisan leluhur Bali pada masa sebelum berkembangnya produk dan teknologi perawatan rambut modern; waktu penyusunan lontar per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Ramuan digunakan untuk keramas atau karamasemehan serta menghitamkan rambut, sebagai bagian dari perawatan tubuh dan kecantikan berbahan alami.
  • How?
    Tiga bahan dipanggang, dicampur dan dibasahi air jeruk, lalu dilumatkan. Ramuan dioles dari pangkal hingga ujung rambut, kulit kepala dipijat, didiamkan beberapa menit, lalu dibilas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dulu, leluhur Bali punya lontar bernama Indrani Sastra. Lontar itu berisi cara merawat rambut dengan bahan alami. Untuk membuat rambut hitam, dipakai tanduk domba, jambu hitam, pisang kuning, dan air jeruk. Bahannya dihaluskan, dioleskan ke rambut, dipijat, lalu dibilas air bersih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keberadaan Lontar Indrani Sastra menunjukkan bahwa pengetahuan perawatan rambut telah diwariskan melalui naskah yang memadukan bahan-bahan alami dan perhatian pada konsistensi. Uraian ramuan, kutipan, serta terjemahannya membuat warisan tersebut lebih mudah dipahami dalam konteks perawatan tubuh, sambil menegaskan nilai dokumentasi pengetahuan lokal Bali yang terpelihara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rambut adalah mahkota, hal ini masih menjadi pegangan sebagian orang. Ada berbagai cara untuk merawat rambut pada masa kini. Namun, penggunaan bahan kimia berlebihan berisiko terhadap kesehatan kulit kepala dan rambut.

Jauh sebelum berkembang produk dan teknologi perawatan rambut modern, leluhur kita telah mewariskan cara merawat rambut secara alami. Leluhur Bali mewariskan Lontar Indrani Sastra yang berisi cara dan bahan untuk merawat tubuh, termasuk rambut.

Lalu apa sebenarnya Lontar Indrani Sastra? Bagaimana tips merawat rambut ala lontar ini? Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Lontar Indrani Sastra berisi cara merawat tubuh

ilustrasi lontar bali (IDN Times/Irma Yudistirani)

Berdasarkan jurnal ilmiah berjudul Fungsi Ekoleksikon Kecantikan dalam Lontar Bali Indrani Sastra, para penulis yakni Ni Luh Sutjiati Beratha, Ni Wayan Sukarini, dan I Made Rajeg menjelaskan isi lontar ini secara holistik. 

Lontar Indrani Sastra berbentuk prosa termasuk ke dalam jenis tatwa atau filsafat berbahasa Jawa Kuno dan Bali. Lontar ini berisikan unsur usadha (obat-obatan) untuk perawatan kecantikan. Naskah kuno ini juga mengulas tentang perempuan dari perawatan hingga sifat-sifat yang harus diteladani menjadi seorang perempuan. 

Jika berkaca pada konteks saat ini, Lontar Indrani Sastra merupakan resep kecantikan alternatif untuk perempuan. Penggunaan bahan alami serta konsistensi perawatan, menjadi tumpuan dasar bahwa tubuh sehat bukanlah hal instan.

2. Ramuan keramas dan penghitam rambut ala Lontar Indrani Sastra

ilustrasi keramas (freepik.com/Freepik)

Lontar Indrani Sastra menjabarkan ramuan perawatan rambut untuk keramas atau karamasemehan. Ramuan keramas ini juga berkhasiat untuk menghitamkan rambut.

Bahan-bahan untuk keramas yakni tanduk domba, jambu hitam, pisang kekuning-kuningan, dan air jeruk. Seluruh bahan tersebut dilumatkan hingga lembut. 

Oleskan campuran bahan yang telah dihaluskan dari pangkal hingga ujung rambut. Pijat area kulit kepala, agar ramuan dapat tersebar merata. Tunggu beberapa menit, lalu bilas dengan air bersih. Setiap keramas, dapat mengulangi cara ini selama dua kali.

3. Kutipan teks dalam Lontar Indrani Sastra dan terjemahannya

ilustrasi alat pencukur rambut (IDN Times/Mardya Shakti)

Lontar ini menuliskan sungining wedus padu atau tanduk domba, digunakan sebagai ramuan untuk penghitam rambut. Ramuan ini juga didukung oleh bahan lainnya seperti, jambu hitam, pisang kekuning-kuningan. Ketiga bahan ini dipanggang dan campurkan menjadi satu. Gunakan air jeruk untuk membasahi ramuan ini.

Berikut adalah kutipan teks yang terdapat dalam Lontar Indrani Sastra.

Nyan pacameng kesa, sungining wedus padu, jambu hireng, gedang warangan, tunu ika katiga apisan, wamanuhu hening jeruk, pupurek, wekasan karamasemehan.

Terjemahannya sebagai berikut:

Inilah penghitam rambut, tanduk domba, jambu hitam, pisang kekuning-kuningan, panggang ketiganya dan jadikan satu, basahi dengan air jeruk, dilumatkan hingga lembut, kemudian berkeramas.

Apakah kamu tertarik merawat rambut dengan cara alternatif ala Lontar Indrani Sastra? Yuk bagikan pengalamanmu ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article