Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Psikolog Undiknas Temukan Anak-Anak di NTT Trauma Gempa Susulan
Pemulihan kondisi psikologis anak-anak korban gempa di NTT (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Sebanyak 42 mahasiswa Undiknas menggelar KKN Tematik di Desa Golo Sepang, Manggarai Barat, sebagai respons kemanusiaan pascagempa bersama Politeknik eLBajo Commodus.
  • Pendampingan menemukan anak-anak, warga, dan lansia khawatir gempa susulan serta bangunan roboh; gempa magnitudo 5 saat kegiatan membuat siswa SD dan SMP berlari ke lapangan.
  • Pemulihan psikologis dilakukan lewat permainan untuk anak-anak dan dukungan fisik bagi lansia; 42 relawan terpilih melalui seleksi dan menerima pembekalan khusus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pendampingan psikologis dilakukan bagi anak-anak korban gempa di Desa Golo Sepang, setelah ditemukan trauma dan ketakutan terhadap gempa susulan serta kemungkinan bangunan roboh.
  • Who?
    42 mahasiswa Undiknas, Ida Bagus Gede Agung Yoga Pramana, Politeknik eLBajo Commodus, serta anak-anak dan lansia terdampak gempa terlibat dalam kegiatan pemulihan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    KKN Tematik dilaksanakan sejak 21 September 2026. Ida Bagus Gede Agung Yoga Pramana menyampaikan perkembangan kegiatan pada Senin, 28 September 2026.
  • Why?
    Pendampingan diberikan karena bantuan logistik dinilai belum menyentuh kebutuhan psikologis korban, sementara anak-anak, lansia, dan warga mengalami kekhawatiran akibat gempa susulan.
  • How?
    Mahasiswa yang diseleksi dan dibekali pemulihan psikologis mengajak anak-anak bermain serta mengekspresikan emosi negatif. Lansia menerima pemulihan fisik untuk membantu kesehatan mental.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Sebanyak 42 mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 21 September 2026 lalu.

Psikolog sekaligus Kepala Pengabdian Masyarakat Undiknas dan Ketua Pelaksana Teknis Kegiatan KKN Tematik Undiknas di NTT, Ida Bagus Gede Agung Yoga Pramana, mengatakan kegiatan ini sebagai respons kemanusiaan terhadap bencana gempa bumi yang terjadi di lokasi. Berkolaborasi dengan Politeknik eLBajo Commodus, mereka kemudian melakukan pendampingan psikologis bagi anak-anak korban gempa di lokasi terparah mengalami kerusakan tersebut.

"Bantuan logistik itu sudah pasti diberikan tapi menurut data yang ada, tidak ada yang menyentuh bagian sisi psikologisnya. Itulah mengapa kami melakukan pengabdian ini dengan menyentuh sisi psikologisnya," tegasnya pada Senin (28/9/2026).

1. Anak-anak di NTT trauma gempa susulan

Pemulihan kondisi psikologis anak-anak korban gempa di NTT (Dok.IDN Times/istimewa)

Ida Bagus Gede Agung Yoga Pramana mengatakan banyak kekhawatiran yang dialami oleh siswa, lansia, maupun warga lain adanya gempa susulan dan robohnya bangunan ketika sedang berada di dalam rumah. Trauma itu diperkuat oleh fakta saat pelaksanaan pendampingan tiba-tiba terjadi gempa 5SR hingga menyebabkan siswa-siswa SD dan SMP berhamburan kabur ke lapangan.

"Yang kami lihat traumatik banget, yang benar-benar kelihatan banget gejala-gejala traumanya mungkin tidak sangat tampak. Tapi yang perlu kita tahu segala jenis bencana atau hal-hal yang mengancam kejiwaan kita pasti akan mengakibatkan trauma terlihat maupun tidak terlihat," jelasnya.

2. Pemulihan psikologis dilakukan melalui permainan

Pemulihan kondisi psikologis anak-anak korban gempa di NTT (Dok.IDN Times/istimewa)

Pendampingan psikologis ini untuk memberikan rasa aman, dan memberikan waktu bagi mereka untuk melupakan ketakutan-ketakutan tersebut. Cara yang dipilih adalah mengajak anak-anak bermain untuk melupakan segala ketakutannya, dan mendorong mereka mengekspresikan emosi negatif dalam diri masing-masing. Sedangkan pemulihan secara fisik digunakan untuk lansia, dan diharapkan dapat lebih cepat memulihkan kesehatan mentalnya.

"Seberapa penting tentu saja penting sekali ya. Di mana yang seperti kita tahu, jika kita menghadapi kehidupan sehari-hari dengan penuh rasa ketakutan pasti akan ada perasaan tidak nyaman dan tidak bisa mengikuti kegiatan atau mengikuti kehidupan dengan baik," jelasnya.

3. Mahasiswa relawan dibekali pemulihan psikologis

Pemulihan kondisi psikologis anak-anak korban gempa di NTT (Dok.IDN Times/istimewa)

Relawan mahasiswa dipilih dengan kriteria tertentu diantaranya kesiapan secara mental dan fisik, mendapatkan izin dari orangtua, hingga faktor kesehatan secara fisik. Ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan yang mendaftar dipilih melalui seleksi wawancara hingga akhirnya terjaring 42 orang.

Mereka kemudian mendapatkan pembekalan pemulihan psikologis. Jumlah tersebut dianggap ideal untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak dan lansia yang terdampak.

"Peminatnya diawal sudah cukup tinggi tapi kami batasi karena terkait dengan lokasi juga kita kan ke sana dalam misi kemanusiaan," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article