Denpasar, IDN Times - Mencari nafkah di negeri orang menjadi pilihan ribuan warga Bali. Pada 2025, tercatat 3.358 warga Bali menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) yang tersebar di beberapa negara. Meskipun terdengar menggiurkan menerima gaji mata uang asing, ternyata ada modal awal yang harus disediakan.
Ada modal untuk pendidikan, pelatihan, hingga prosedur keberangkatan. Termasuk biaya hidup awal saat memulai karier di luar negeri. Risiko dan tantangan yang dihadapi juga tinggi, terutama PMI yang memilih prosedur mandiri.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan ada sederet tantangan PMI mandiri, mulai dari pencarian kerja, sistem kontrak, dan perlindungan sosial.
"Nah, cuman yang menjadi tantangan yang mandiri. Kalau mandiri sebenarnya diperikatan kerja itu ya tanggung jawab yang bersangkutan," ujar Setiawan di Lantai 3 Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, pada Senin (28/9/2026).
