Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemprov Bali Godok Bantuan Siswa SMA Kurang Mampu
ilustrasi beasiswa (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Pemprov Bali sedang menyiapkan mekanisme bantuan pendidikan bagi siswa SMA kurang mampu melalui anggaran perubahan, dengan keterlibatan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Disdikpora.
  • Siswa dari keluarga miskin menjadi prioritas utama penerima bantuan, sementara data desil akan digunakan sebagai salah satu alat verifikasi kelayakan.
  • Bantuan tahun ini diprioritaskan untuk siswa SMA negeri di Bali; perluasan cakupan, termasuk pembahasan dengan SMK swasta, direncanakan pada 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Bali sedang menyusun mekanisme bantuan pendidikan bagi siswa SMA kurang mampu melalui anggaran perubahan.
  • Who?
    Gubernur Bali Wayan Koster, Disdikpora Bali, Dinas Kesehatan Bali, Dinas Sosial Bali, serta siswa SMA kurang mampu terlibat dalam persiapan program.
  • Where?
    Penyusunan program berlangsung di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali; Koster menyampaikan perkembangan usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Bali, Denpasar.
  • When?
    Koster menyampaikan persiapan bantuan pada Jumat, 25 September 2026. Penyaluran melalui anggaran perubahan direncanakan untuk tahun ini, sedangkan perluasan penerima ditargetkan pada 2027.
  • Why?
    Siswa SMA yang tergolong miskin diprioritaskan untuk menerima bantuan pendidikan. SMA negeri di Bali menjadi sasaran awal program.
  • How?
    Mekanisme sedang dibahas lintas OPD dan akan memakai data desil sebagai alat verifikasi. Data pokok pendidikan menjadi basis, sementara pembahasan dengan kabupaten/kota dan SMK swasta masih akan dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tengah menggodok mekanisme pemberian bantuan untuk siswa SMA (sekolah menengah atas)  kurang mampu. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan mekanisme pemberian bantuan tersebut.

“Lagi disiapkan. Sudah diterapkan dianggarkan perubahan,” ujar Koster setelah Rapat Paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, pada Jumat (25/9/2026).

1. Berbagai instansi pemerintahan ikut menggodok mekanisme bantuan

Gubernur Bali, Wayan Koster (IDN Times/Yuko Utami)

Koster menjelaskan ada berbagai instansi pemerintahan yang terlibat dalam penyusunan mekanisme ini. Mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Sosial Provinsi Bali, dan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali. Ia menegaskan bahwa siswa SMA yang tidak mampu menjadi prioritas penerima bantuan dari anggaran perubahan.

“Mekanisme sedang dibahas, sabar dulu, yang miskin diprioritaskan,” kata dia.

Sementara, siswa SD dan SMP saat ini masih menjadi kewenangan kabupaten/kota di Bali.

“Nanti mau dirapatkan dulu sama kabupaten/kota,” lanjutnya.

2. Desil akan menjadi sarana penentuan penerima bantuan pendidikan

Ilustrasi bantuan sosial. (IDN Times/ Agung Sedana)

Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menjelaskan hal senada tentang prioritas anak SMA tidak mampu, sebagai indikator utama penerima bantuan pendidikan.

“Terutama miskin itu poin besarnya,” tegasnya.

Saat ditanya penggunaan desil sebagai satu indikator, Wesnawa mengungkap desil akan menjadi satu alat verifikasi bantuan.

“Nanti kita verifiednya sama itu (desil). Nanti tunggu Pak Gub ya,” imbuhnya.

3. SMA negeri di Bali menjadi prioritas utama

Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia. (IDN Times/Yuko Utami)

Wesnawa menegaskan program ini terintegrasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), karena tidak bisa berjalan secara parsial.

“Nanti Pak Gub akan launching karena programnya terintegrasi OPD di satu kesatuan yang utuh,” ungkap Wesnawa.

Prioritas penerima bantuan anggaran perubahan tahun ini yaitu siswa SMA negeri di Bali. Perluasan penerima bantuan pendidikan akan dilakukan tahun 2027.

“Untuk di perubahan kita ambil negeri dulu. Nanti kita ajak SMK swasta, kita ajak duduk. Karena baseline-nya Dapodik, jadi tidak melihat negeri-swasta,” jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article