Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran di Nakula Masuk Pendinginan, Warga Diminta Kosongkan Lokasi
Situasi lokasi kebakaran rumah bedeng dan gudang rongsokan di Denpasar Barat pada hari ke-7 (IDN Times/Ayu Afria)
  • Petugas Damkar Denpasar masih melakukan pendinginan kebakaran di Jalan Nakula Gang Jatayu dengan tiga mobil pemadam dan ekskavator pinjaman PUPR untuk mengurai material berasap.
  • Posko di Musala Al-Ikhlas dikosongkan pada hari ketujuh sesuai standar layanan. Dinas Sosial menyebut 84 warga terdampak tidak mengenal pihak pengontrak, sementara pemilik lahan tidak hadir.
  • Sekitar tujuh KK asal Sumba Barat Daya tetap mendirikan tenda dekat lokasi karena tak mampu menyewa kos dan belum memiliki tujuan tinggal, meski diminta pergi sebelum pukul 15.00 Wita.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Proses pendinginan kebakaran masih berlangsung di Jalan Nakula Gang Jatayu. Petugas menangani tumpukan material yang masih mengeluarkan asap dengan bantuan ekskavator dan penyemprotan air.
  • Who?
    Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar, Dinas PUPR Kota Denpasar, Dinas Sosial Kota Denpasar, warga terdampak sebanyak 84 jiwa, serta beberapa warga asal Sumba Barat Daya berada dalam penanganan situasi.
  • Where?
    Lokasi kebakaran berada di Jalan Nakula Gang Jatayu, Banjar Margaya, Kelurahan Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar.
  • When?
    Pendinginan berlangsung pada Senin, 7 September 2026. Ekskavator tiba di lokasi sekitar pukul 11.40 Wita, sementara warga diminta meninggalkan lokasi paling lambat pukul 15.00 Wita.
  • Why?
    Pendinginan dilakukan untuk memadamkan material yang masih berasap. Pengosongan lokasi dilakukan karena hari itu memasuki hari ketujuh masa pelayanan darurat dan area harus steril.
  • How?
    Tiga mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter berada di lokasi. Ekskavator pinjaman menggaruk tumpukan material sambil petugas menyemprotkan air; sejumlah titik terdampak telah dipasangi garis polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Kepulan asap masih terjadi lokasi kebakaran di Jalan Nakula Gang Jatayu, Banjar Margaya, Kelurahan Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Senin (7/9/2026). Tiga unit mobil pemadam kebakaran kapasitas 5000 liter parkir di lokasi.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar, I Wayan Karma, mengatakan saat ini telah masuk tahap pendinginan. Untuk mempercepat proses, pihak damkar telah menerima pinjaman satu unit berukuran besar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Denpasar.

Ekskavator tersebut dipinjamkan satu hari saja, dan sampai di lokasi sekitar pukul 11.40 Wita. Nantinya ekskavator akan menggaruk tumpukan material yang masih berasap dan dibarengi penyemprotan oleh petugas Damkar sehingga pemadaman lebih cepat.

"Biar kita bisa melaksanakan proses untuk pemadaman. Harapan kami mudah-mudahan bisa cepat selesai. Kami sudah lakukan pendinginan," ungkapnya.

Situasi lokasi kebakaran rumah bedeng dan gudang rongsokan di Denpasar Barat pada hari ke-7 (IDN Times/Ayu Afria)

Situasi di posko, Musala Al-Ikhlas terlihat sudah sepi, hanya beberapa orang saja yang beraktivitas. Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, mengatakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) itu tiga sampai tujuh hari. Hari ini merupakan hari ketujuh, sehingga lokasi harus steril. Korban kebakaran disebut tidak tahu menahu sistem kontrak di lokasi dan hanya menempati saja.

"Hari ini sudah selesai (pengosongan)," jelasnya.

Laxmy mengatakan pemilik lahan yang juga seharusnya bertanggung jawab tidak datang. Kemarin, pihaknya rapat dengan warga terdampak sebanyak 84 jiwa dan mengaku tidak kenal satu sama lain. Pihak yang mengontrakkan diduga lepas tanggung jawab.

Rumah bedeng korban kebakaran rumah bedeng dan gudang rongsokan di Denpasar Barat pada hari ke-7 (IDN Times/Ayu Afria)

Di sisi lain, beberapa warga asal Sumba Barat Daya masih kekeuh ingin tinggal di lokasi dan bekerja sebagai pemulung. Sekitar tujuh KK membuat tenda dari terpal ala kadarnya, dan ditutup dengan kain di sebelah lokasi kebakaran. Seorang warga Sumba Barat Daya, Yulius Bulu (25), mengatakan sudah diberitahu agar meninggalkan lokasi maksimal pukul 15.00 Wita hari ini. Sementara mereka tidak memiliki uang untuk menyewa tempat kos, dan tidak ada tempat tinggal tujuan.

"Kita gak boleh tinggal di sini. Kayak kita ini anjing, ayam aja disuruh ini aja. Gak ada tempat. Gak punya uang," ungkapnya.

Ia mengaku sudah empat tahun tinggal di lokasi. Nilai kontrak tanah dalam setahun di lokasi bervariasi mulai Rp3 juta, Rp4 juta, Rp5 juta, Rp10 juta dan lebih. Beberapa lokasi terdampak juga telah dipasangi garis polisi.

Editorial Team

Related Article