Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Baik Hindu Bali 10 Oktober 2026, Saatnya Menangkap Ikan
Ilustrasi nelayan di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Kalender Bali Digital menetapkan Sabtu, 10 Oktober 2026 sebagai kala katemu, hari baik untuk menangkap ikan, berburu, memasang jerat atau kungkungan, serta mengadakan pertemuan.
  • Sejumlah pantangan berlaku, termasuk pernikahan, ngaben, membangun rumah, menanam atau memetik tanaman, serta upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
  • Hari ini dinilai baik untuk membuka lahan pertanian baru, membuat pencar, jaring, senjata, dan alat perangkap, tetapi tidak untuk pekerjaan tanah tertentu maupun membuat peralatan besi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali menyambutmu Sabtu, 10 Oktober 2026. Ramalan dari Kalender Bali Digital ini diawali dengan kala katemu.

Ini adalah hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, serta mengadakan pertemuan. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Tidak baik melangsungkan pernikahan

Ilustrasi Menikah Muda (IDN Times/Alfisyahrin Zulfahri Akbar)

Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Gagak anungsang pati merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara membakar mayat dan atiwa-tiwa.

Kajeng uwudan artinya tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. Kala jangkut artinya baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.

Kala kutila manik adalah hari baik untuk membuat alat perangkap, lubang penghalang maupun pemisah, dan upacara Bhuta Yadnya. 

2. Baik membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. 

Sementara itu, kala sungsang bermakna sebagai hari yang mengandung sifat/unsur terbalik, bertentangan, dan kontras. Namun, tidak baik untuk melakukan karya ayu atau yadnya.

3. Tidak baik melaksanakan upacara Manusa dan Pitra Yadnya

Ilustrasi rangkaian upacara Ngaben di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Sementara itu hari panca prawani, purwani, dan purwanin dina merupakan hari yang tidak baik sebagai dewasa ayu. Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Tresna.

Curated For You

Editorial Team

Related Article