Denpasar, IDN Times - Penanganan sampah organik di Bali hingga kini belum optimal. Jenis sampah ini didominasi sisa makanan atau food waste yang disebut meningkat sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan.
Direktur Yayasan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali, Catur Yuda Hariani, mengatakan sisa makanan dari program MBG menambah volume food waste di Bali. Menurutnya, penanganan sisa makanan tersebut saat ini dilakukan melalui kerja sama dengan pihak swakelola.
PPLH Bali juga meminta pemerintah mendorong gerakan tidak boros pangan untuk mengurangi sampah makanan. Menurut Catur, pemborosan pangan masih banyak terjadi di Indonesia dan menempatkan negara ini sebagai salah satu penghasil sampah pangan terbesar di dunia.
"Nambah. Nambah banget itu (sisa makanan MBG). Karena sisa MBG cukup banyak," jelasnya.
