Comscore Tracker

Cerita Pekerja Indonesia di Qatar, Rasakan Atmosfer Piala Dunia

Sugeng berpatisipasi menjadi tenaga medis di Piala Dunia

Klungkung, IDN Times - Qatar saat ini tengah menjadi perhatian dunia, setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 selama sebulan ke depan. Gelaran turnamen sepak bola terbesar di dunia ini, tentu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi masyarakat Qatar. Demikian halnya para pekerja migran Indonesia yang saat ini berada di Qatar.

Hal ini pula yang dirasakan Sugeng Riyadi (45), pria asal Purbalingga yang saat ini menjadi perawat di Qatar. Ia ditugaskan perusahaan di tempatnya bekerja, untuk ikut berpartisipasi sebagai tim medis untuk gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar. Berikut pengalaman Sugeng Riyadi dapat ikut merasakan atmosfer piala dunia di Qatar.

Baca Juga: Cerita Rider di Ring 1 KTT G20 Antar Paspampres

1. Berkesempatan menjadi tenaga medis untuk helatan Piala Dunia di Qatar

Cerita Pekerja Indonesia di Qatar, Rasakan Atmosfer Piala DuniaSuasana di sekitar Stadion di Qatar jelang Piala Dunia (Koleksi pribadi: Sugeng Riyadi)

Sugeng Riyadi sudah menjadi pekerja migran di Qatar sejak tahun 2008 silam. Ia bekerja sebagai perawat di salah satu klinik di Qatar. Pekerjaannya itu juga yang membuat Sugeng Riyadi mendapat tugas dari perusahaannya untuk ikut membantu terselenggaranya Piala Dunia sebagai tenaga medis.

“Jadi saya ditugaskan perusahaan untuk membantu pemerintah Qatar sebagai penyelenggara dalam bidang tenaga kesehatan,” ujar Sugeng Riyadi, Kamis (24/11/2022) saat diwawancara IDN Times secara online.

Ia menjelaskan, tenaga kesehatan selama helatan Piala Dunia banyak disiagakan di dalam stadion, di luar stadion, dan di kompleks suporter.

“Saya ditugaskan salah satunya,” jelasnya.

Ia juga banyak bertemu warga Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam helatan Piala Dunia, misalnya sebagai sopir VIP dan sebagainya.

“Jadi ada yang menjadi sopir VIP, atau bekerja di bidang hospitality. Banyak juga bertemu orang Indonesia yang ikut berpartisipasi selama Piala Dunia. Kami berbagi informasi juga,” ungkap Sugeng.

2. Semarak Piala Dunia dirasakan sejak jauh-jauh hari sebelum terselenggara

Cerita Pekerja Indonesia di Qatar, Rasakan Atmosfer Piala DuniaSuasana di sekitar Stadion di Qatar jelang Piala Dunia (Koleksi pribadi: Sugeng Riyadi)

Semarak Piala Dunia di Qatar sudah dirasa jauh-jauh hari sebelum dimulai. Sugeng merasakan semarak Piala Dunia Qatar sudah terasa sejak 2 sampai 3 bulan lalu. Ragam pertujukan bertema sepak bola, bisa disaksikan di mall-mall. Pemerintah juga jauh-jauh hari mengundang artis atau influencer untuk hadir di Qatar mempopulerkan Piala Dunia 2022.

“Artis Arab Nancy Ajram sempat menghibur warga di mall of Qatar. Influencer sekelas Khaby Lame pun sampai didatangkan ke Qatar,” ujar Sugeng.

Suasana semarak Piala Dunia semakin terasa di masyarakat, ketika momen pembelian tiket khusus untuk pemegang Residence Permit (KTP) Qatar. Karena hanya dengan harga 40 Qatar Riyal (sekitar Rp160 ribu), warga setempat sudah bisa mendapatkan tiket menonton Piala Dunia.

“Sehingga banyak warga lokal yang antusias untuk mendapatkan tiket menonton Piala Dunia di Qatar," ujarnya.

3. Bunyi yel dan terompet suporter terdengar di tempat-tempat umum

Cerita Pekerja Indonesia di Qatar, Rasakan Atmosfer Piala DuniaSuasana di sekitar Stadion di Qatar jelang Piala Dunia (Koleksi pribadi: Sugeng Riyadi)

Pasca seremonial pembukaan, atmosfer Piala Dunia semakin terasa di Qatar. Di tempat umum dan dekat stadion, nyanyian yel-yel para suporter selalu terdengar berkumandang. 

“Misal ketika pertandingan antara Inggris dan Iran di Khalifa Stadium, ribuan suporter membanjiri kawasan stadion dan pusat perbelanjaan Villagio yang letaknya di samping stadion. Bunyi yel-yel, terompet pendukung terdengar meramaikan stadion dan mall,” jelas Sugeng.

Demikian halnya ketika pertandingan mengejutkan, di mana Timnas Argentina kalah atas Arab Saudi. Warga Arab memenuhi jalanan dengan menggelar pesta perayaan, sembari menaikan bendera dan menyuarakan klakson mobil.

“Warga Arab itu sangat gemar sepak bola. Saat Arab menang atas Argentina, mereka merayakannya dengan mengibarkan bendera dan menyuarakan klakson mobil di jalan. Sangat semarak,” ungkapnya.

4. Gratis transportasi umum bagi pemegang tiket Piala Dunia

Cerita Pekerja Indonesia di Qatar, Rasakan Atmosfer Piala DuniaSuasana di sekitar Stadion di Qatar jelang Piala Dunia (Koleksi pribadi: Sugeng Riyadi)

Sugeng mengungkapkan, ada beberapa hal menarik yang dilihatnya selama helatan Piala Dunia 2022 di Qatar. Para pemegang tiket menonton Piala Dunia akan mendapatkan Kartu Hayya. Dengan kartu Hayya ini, pemegang tiket bisa memanfaatkan trasportasi gratis. 

“Ini berlaku sebulan penuh, atau selama helatan Piala Dunia,” kata Sugeng.

Sementara harga tiketnya pun beragam, mulai yang termurah 40 Rial untuk warga lokal dan pada saat pembukaan, sampai dengan sekitar 800 Rial.

“Harga tiket ini tentu tergantung juga posisi menonton nantinya di dalam stadion,” jelasnya.

Sementara itu Sugeng sendiri saat ini memegang tiket untuk pertandingan tangga 28 November 2022, antara Brasil melawan Swiss. 

“Untuk pembelian tiket tidak ada kesulitan, karena pembelian bisa via online dan di kounter tiket. Tinggal menyesuaikan dengan jadwal pertandingan dan budget saja, karena harga tiket bervariasi,” jelasnya.

5. Ada 7 stadion baru khusus untuk Piala Dunia 2022

Cerita Pekerja Indonesia di Qatar, Rasakan Atmosfer Piala DuniaSuasana di sekitar Stadion di Qatar jelang Piala Dunia (Koleksi pribadi: Sugeng Riyadi)

Sugeng menjelaskan, sebelum Piala Dunia sebenarnya hanya ada 1 stadion besar di Qatar, yakni Khalifa yang memiliki kapasitas sekitar 45.000 penonton.

Dengan dijadikannya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, pemerintah Qatar membangun 7 stadion baru untuk Piala Dunia, yakni Lusail yang berkapasitas 80.000 penonton, Al Bayt yang berkapasitas 60.000 penonton, Al Janoub yang berkapasitas 40.000 penonton, Ahmad Bin Ali yang berkapasitas 40.000 penonton, Education City yang berkapasitas 40.000 penonton, Stadium 974 yang berkapasitas 40.000 penonton, dan Al Thumama yang berkapasitas 40.000 penonton.

“Stadion Piala Dunia ini lokasinya masih berada di sekitar Qatar,” ungkap Sugeng.

Saat ini menurutnya ornamen Piala Dunia menjamur di mana-mana. Mulai dari tempat untuk berfoto yang semunya bernuansa Piala Dunia, stiker-stiker tentang Piala Dunia banyak dipasang.

“Di pasar, rumah warga, di warung, ataupun supermarket juga dipasang bendera peserta Piala Dunia,” tuturnya.

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya