Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

6 Cara 'Hack' Kamar Tidur Lebih Hemat Energi Listrik

ilustrasi kamar tidur (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi kamar tidur (pexels.com/Pixabay)

Kamar tidur sering jadi ruangan favorit banyak orang. Di sinilah kita melepas lelah, merenung, bahkan menghabiskan waktu dengan aktivitas ringan seperti membaca atau menonton film. Tapi tanpa disadari, kamar tidur juga jadi ruangan yang paling banyak mengonsumsi listrik di rumah. Mulai dari lampu, kipas, AC, hingga berbagai perangkat elektronik kecil seperti charger dan speaker, semuanya bisa bikin tagihan listrik melonjak kalau tidak dikelola dengan bijak.

Untungnya, ada banyak cara simpel yang bisa bikin kamar tidur lebih hemat energi tanpa harus mengorbankan kenyamanan. Beberapa trik ini bahkan gak butuh biaya tambahan, hanya perlu sedikit kebiasaan baru yang lebih sadar energi. Yuk, simak enam hack yang bisa kamu terapkan di kamar tidur, biar hemat listrik, ramah lingkungan, dan tetap nyaman ditempati berikut ini!

1. Manfaatkan pencahayaan alami sebanyak mungkin

ilustrasi kamar tidur dengan pencahayaan alami (pexels.com/M&W Studios)
ilustrasi kamar tidur dengan pencahayaan alami (pexels.com/M&W Studios)

Cahaya matahari adalah sumber energi paling gratis dan sehat yang bisa kamu manfaatkan. Sayangnya, banyak orang terbiasa menyalakan lampu sejak pagi, padahal jendela kamar mereka cukup besar untuk memberi penerangan alami. Akibatnya, listrik terbuang sia-sia untuk hal yang sebenarnya bisa diganti dengan sinar matahari. Mulai sekarang, coba buka jendela lebar-lebar setiap pagi, tarik tirai, dan biarkan cahaya alami masuk. Selain bikin kamar terang, sinar matahari juga bisa membunuh bakteri dan mengurangi kelembapan yang memicu jamur.

Supaya cahaya lebih maksimal, kamu bisa gunakan tirai tipis berwarna terang yang tetap menjaga privasi tapi gak menghalangi sinar matahari. Warna cat dinding yang terang juga membantu memantulkan cahaya, membuat kamar terasa lebih luas dan terang tanpa lampu tambahan. Bonusnya, sinar matahari pagi bisa meningkatkan mood dan memberi asupan vitamin D alami yang baik untuk kesehatan tulang dan imunitas. Jadi, selain hemat listrik, kamu juga dapat manfaat kesehatan sekaligus.

2. Pilih lampu hemat energi dan sesuaikan dengan kebutuhan

ilustrasi kamar tidur dengan lampu LED (pexels.com/Max Vakhtbovycn)
ilustrasi kamar tidur dengan lampu LED (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Lampu adalah perangkat yang hampir pasti selalu ada di kamar tidur. Kalau kamu masih pakai lampu pijar biasa, coba segera ganti dengan lampu LED. Lampu LED bisa menghemat energi hingga 80% dibanding lampu pijar dan usia pakainya jauh lebih lama. Artinya, kamu gak hanya mengurangi tagihan listrik bulanan, tapi juga mengurangi biaya ganti lampu dalam jangka panjang. Memang harganya sedikit lebih mahal, tapi bisa dibilang ini investasi kecil dengan manfaat besar.

Selain jenis lampu, penting juga memperhatikan tingkat pencahayaan. Jangan sampai kamar kecilmu dipasangi lampu dengan watt besar yang malah bikin silau dan boros energi. Gunakan lampu utama untuk kebutuhan produktif seperti membaca, lalu tambahkan lampu tidur kecil yang lebih hemat untuk malam hari. Dengan begitu, kamu gak perlu menyalakan lampu besar terus-menerus, tapi tetap dapat pencahayaan yang cukup sesuai kebutuhan.

3. Gunakan timer atau smart plug untuk perangkat elektronik

ilustrasi orang mengoperasikan smart plug (freepik.com/HelloDavidPradoPerucha)
ilustrasi orang mengoperasikan smart plug (freepik.com/HelloDavidPradoPerucha)

Kebiasaan lupa mematikan AC atau kipas angin saat ketiduran adalah salah satu penyebab listrik boros di kamar tidur. AC yang menyala semalaman bukan hanya menguras energi, tapi juga bisa bikin tubuhmu kedinginan berlebihan. Solusi praktisnya adalah gunakan fitur timer yang biasanya sudah tersedia di perangkat elektronik modern. Kalau perangkatmu belum ada fitur ini, kamu bisa pakai smart plug atau timer mekanis yang bisa diatur sesuai kebutuhan.

Dengan timer, kamu bisa atur agar AC atau kipas mati otomatis setelah beberapa jam. Misalnya, nyalakan AC hanya 3 jam pertama saat tidur untuk menurunkan suhu, lalu biarkan kipas angin membantu menjaga sirkulasi udara. Cara ini gak hanya hemat listrik, tapi juga bikin tidur lebih sehat karena tubuh gak terpapar dingin berlebihan sepanjang malam. Kalau pakai smart plug, kamu bahkan bisa mengontrol perangkat lewat handphone, jadi lebih praktis sekaligus modern.

4. Atur tata letak kamar biar sirkulasi udara lebih lancar

ilustrasi kamar dengan sirkulasi udara yang baik (pexels.com/Jason Boyd)
ilustrasi kamar dengan sirkulasi udara yang baik (pexels.com/Jason Boyd)

Sirkulasi udara yang buruk bikin kamar terasa pengap, panas, dan bikin kamu lebih sering menyalakan AC atau kipas angin. Padahal, banyak masalah ini sebenarnya datang dari tata letak kamar yang kurang tepat. Misalnya, jendela tertutup barang besar, ventilasi tersumbat, atau posisi lemari menghalangi aliran udara. Akibatnya, udara segar sulit masuk dan suhu kamar naik.

Coba atur ulang kamar supaya udara bisa mengalir dengan lancar. Pastikan jendela dan ventilasi tidak terhalang furnitur besar. Kalau memungkinkan, buka jendela di dua sisi untuk menciptakan cross-ventilation yang lebih efektif. Kamu juga bisa menambahkan tanaman dalam ruangan yang membantu menjaga kelembapan dan kualitas udara. Dengan sirkulasi udara yang lebih baik, kebutuhan AC atau kipas otomatis berkurang, dan energi pun lebih hemat.

5. Cabut charger dan kabel elektronik saat tidak digunakan

ilustrasi steker (pexels.com/Markus Spiske)
ilustrasi steker (pexels.com/Markus Spiske)

Kebiasaan membiarkan charger handphone atau laptop tetap menancap di stop kontak meski tidak digunakan bisa jadi penyebab listrik terbuang percuma. Walaupun terlihat kecil, kondisi standby ini tetap mengonsumsi daya, apalagi kalau ada banyak perangkat sekaligus. Kalau dihitung sebulan penuh, kebiasaan ini bisa menambah angka tagihan listrik tanpa kamu sadari.

Untuk mengatasinya, biasakan selalu mencabut charger setelah selesai dipakai. Kalau malas cabut-pasang terus, gunakan stop kontak dengan saklar on-off sehingga lebih praktis. Dengan satu klik, semua perangkat bisa langsung terputus dari sumber listrik. Selain hemat energi, kebiasaan ini juga mengurangi risiko korsleting akibat kabel yang dibiarkan menancap terlalu lama. Hemat listrik sekaligus lebih aman, kan?

6. Gunakan perabot multifungsi yang ramah energi

ilustrasi kamar tidur (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi kamar tidur (pexels.com/Pixabay)

Satu cara paling efektif untuk menghemat energi di kamar adalah mengurangi jumlah perangkat elektronik yang digunakan. Caranya? Pilih perabot atau perangkat multifungsi. Misalnya, gunakan lampu belajar yang juga bisa berfungsi sebagai lampu tidur, atau kipas angin yang sudah dilengkapi fitur timer dan humidifier. Dengan begitu, kamu gak perlu menyalakan dua atau tiga perangkat sekaligus.

Selain lebih hemat energi, perabot multifungsi juga bikin kamar lebih rapi dan lega karena barang-barang gak menumpuk. Cocok banget buat kamu yang tinggal di kamar kos atau ruangan kecil. Prinsipnya sederhana: semakin sedikit perangkat yang digunakan, semakin sedikit energi yang terpakai. Jadi, selain tagihan listrik lebih rendah, kamar tidurmu juga terasa lebih nyaman dan fungsional.

Nah, sekarang sudah tahu kan hack di kamar tidur supaya hemat energi listrik? Dengan langkah-langkah sederhana tadi, kamu bisa tidur nyenyak sekaligus hemat listrik. Yuk, mulai terapkan dari sekarang!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us