suasana di dalam Samsara Living Museum (dok.pribadi/Natalia Indah)
Samsara Living Museum menampilkan siklus hidup manusia Bali dari lahir hingga akhir hayat. Konsep ini diwujudkan melalui rekonstruksi 14 rangkaian upacara kehidupan manusia Bali yang disusun berdasarkan pengetahuan dari naskah lontar serta praktik adat yang masih dijalankan hingga kini.
Alih-alih menjadi museum yang statis, Samsara Living Museum dirancang sebagai ruang belajar hidup. Kamu akan diajak memahami makna di balik setiap ritual, simbol, hingga aktivitas keseharian masyarakat Bali. Bahkan, kamu juga bisa ikut langsung dalam aktivitas budaya seperti mejejahitan atau membuat sarana upacara, membuat jajanan tradisional, melukis wayang, hingga menikmati pertunjukan seni.
Lokasi: Jalan Telaga Tista, Jungutan, Kecamatan Bebandem
Jam operasional: setiap hari, pukul 09.00—15.30 Wita. Khusus hari Minggu akan buka sampai pukul 17.00 Wita
Harga tiket masuk: Rp100 ribu.
Karangasem jadi destinasi wisata sekaligus pusat kebudayaan yang hidup. Kelima tempat di atas mencerminkan identitas Bali yang kuat dan autentik, serta bisa jadi pilihan untuk destinasi wisata budaya yang menarik. Dengan mengunjungi tempat-tempat ini, kamu tidak hanya berwisata tapi juga memahami filosofi hidup masyarakat Bali yang selaras dengan alam, tradisi, serta spiritualitas.