Dipahat langsung di tebing tepi sungai (instagram.com/canditebingtegallinggah_)
Candi Tebing Tegallinggah mempunyai daya tarik dan keunikan tersendiri. Sesuai namanya, candi ini dibangun di atas tebing batu kapur yang menempel di tepi Sungai Pakerisan. Untuk sampai ke candi ini, kamu perlu menuruni ratusan anak tangga yang cukup licin. Sehingga kamu perlu berhati-hati saat melangkah.
Dilansir dari laman budayabali.com, bangunan candi ini terbuat dari batu andesit dan mempunyai arsitektur khas Bali yang memadukan unsur Hindu-Buddha. Candi Tebing Tegallinggah terdiri dari tiga teras yang saling terhubung dengan tangga. Teras pertama merupakan tempat sembahyang, teras kedua adalah tempat untuk melukat, dan yang ketiga merupakan area untuk menikmati pemandangan.
Situs purbakala ini ditemukan pertama kali oleh Krijsman. Seorang ahli purbakala dari Belanda yang memperkirakan Candi Tebing Tegallinggah dibangun pada abad ke-12 Masehi. Selain bentuknya unik, kamu bisa melihat beberapa ceruk yang biasa digunakan untuk bersemedi, serta beberapa arca yang menggambarkan dewa-dewi Hindu.
Candi Tebing Tegallinggah bisa jadi pilihan untuk belajar sejarah sekaligus menikmati alam yang menyejukkan. Yuk, mampir ke candi tebing yang unik ini!