Sistem pengairan tradisional Subak, diakui oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB atau UNESCO sebagai warisan dunia (World heritage) pada sidang di Saint Petersburg, Rusia tahun 2012 silam.
Subak diakui lantaran filosofi Tri Hita Karana yang telah menjadi kearifan lokal. Tri Hita Karana mengedepankan keseimbangan atau harmonisasi antara Tuhan, manusia dan alam. Cara kerja subak ini bergantung penuh pada bagaimana aliran air bisa mencakup keseluruhan bidang sawah.
Yang menjadi luar biasa tentang subak ini adalah, para petani merundingkan atau bermusyawarah terlebih dahulu bagaimana cara mereka mengerjakan sebuah lahan. Itu artinya, bagaimana cara areal persawahan dialiri air, seberapa banyak dan seberapa lama, termasuk penanganan saat bencana seperti kemarau panjang. Setelah itu, mereka bergotong royong bekerja mewujudkannya.
Mantap kan? Pantas kalau subak diganjar dengan predikat Warisan Dunia oleh UNESCO.