Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Tabanan Waspada, September-Desember Musim Kawin King Kobra
King Kobra (https://pixabay.com/users/anilsharma26-13475484/)
  • Dalam tiga bulan terakhir, 18 King Kobra dievakuasi dari permukiman Tabanan, dengan panjang terbesar mencapai 4,7 meter.
  • Kemunculan diperkirakan meningkat pada September-Desember saat King Kobra mencari sarang dan pasangan, bahkan dapat berlanjut hingga Januari ketika sebagian telur menetas.
  • King Kobra kerap masuk permukiman saat mengejar reptil lain sebagai mangsa; warga diminta tidak menangkap atau mengganggu, lalu melapor agar dievakuasi aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 18 King Kobra dievakuasi dari kawasan permukiman di Kabupaten Tabanan dalam tiga bulan terakhir. Warga diimbau waspada karena pergerakan ular diperkirakan meningkat pada September hingga Desember.
  • Who?
    Yayasan Reptil Asih Tabanan, dipimpin Ni Putu Astridayanti, melakukan evakuasi King Kobra. Petugas pemadam kebakaran turut membantu satu evakuasi di Banjar Sekartaji.
  • Where?
    Penemuan tersebar di Kecamatan Tabanan, Marga, Penebel, Baturiti, Kerambitan, Selemadeg Timur, dan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Ular ditemukan di rumah, halaman, hingga gorong-gorong.
  • When?
    Evakuasi 18 ekor terjadi dalam tiga bulan terakhir hingga 22 September 2026. Peningkatan kemunculan King Kobra diperkirakan berlangsung September–Desember dan dapat berlanjut hingga Januari.
  • Why?
    King Kobra bergerak mencari sarang dan pasangan pada periode musim kawin, serta dapat memasuki permukiman ketika mengejar mangsanya, terutama reptil dan ular lain.
  • How?
    Warga diminta tidak menangkap, mengejar, atau mengganggu King Kobra, lalu melaporkannya kepada Yayasan Reptil Asih Tabanan. Ular hasil evakuasi dibawa ke yayasan untuk penanganan dan konservasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan,IDN Times - Dalam rentang tiga bulan terakhir, sebanyak 18 ekor ular jenis King Kobra dievakuasi dari kawasan perumahan yang ada di Kabupaten Tabanan. Warga sendiri diminta waspada akan keberadaan ular ini. Terlebih, September-Desember merupakan musimnya King Kobra bergerak mencari sarang dan pasangan.

"Kemunculan King Kobra diprediks meningkat memasuki September hingga Desember. Pada periode tersebut, ular banyak bergerak untuk mencari sarang dan pasangan. Kondisi ini bahkan dapat berlangsung hingga Januari, ketika sebagian telur mulai menetas," ujar Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, Selasa (22/9/2026).

1. King kobra yang dievakuasi panjangnya bisa mencapai 4,7 meter

Proses evakuasi King Kobra di salah satu kawasan perumahan Tabanan (facebook.com/dewiular.astrid)

Astridayanti mengatakan kemunculan King Kobra di kawasan permukiman Tabanan belakangan ini semakin sering terjadi. Tiga bulan terakhir, ada 18 ekor King Kobra telah berhasil dievakuasi. Panjangnya ada yang mencapai 4,7 m (meter).

Musim kawin King Kobra umumnya berlangsung sekitar Juli, Agustus, hingga September. Namun peningkatannya bisa terjadi pada September hingga Desember. Pergerakan ular pada periode ini membuat satwa ini lebih sering terlihat di sekitar permukiman warga.

“Selama ini lokasi penangkapan cukup dominan di permukiman warga. Ada yang ditemukan di kamar, di bawah tempat tidur, depan rumah, hingga halaman,” kata Astidayanti.

2. Ular masuk pemukiman warga karena mengejar mangsanya

Proses evakuasi King Kobra di salah satu kawasan perumahan Tabanan (facebook.com/dewiular.astrid)

Penemuan King Kobra di pemukiman ini tidak selalu berkaitan dengan keberadaan makanan di rumah warga. King Korba diketahui memangsa sesama reptil, terutama ular lainnya. Sehingga terkadang kerap masuk ke kawasan permukiman ketika mengejar mangsanya.

"Penemuan King Kobra di pemukiman warga Tabanan menyebar di sejumlah kecamatan. Seperti di Tabanan, Marga, Penebel, Baturiti, Kerambitan, Selemadeg Timur, dan Selemadeg Barat," ujar Astridayanti.

Satu proses evakuasi yang cukup sulit dilakukan di Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan. Ular ditemukan berada di dalam gorong-gorong air. Tim evakuasi bahkan sempat melibatkan petugas pemadam kebakaran untuk membantu mengeluarkan ular dari gorong-gorong.

Namun, upaya tersebut tidak langsung instan, karena ular tersangkut di lubang kecil. Setelah 5,5 jam, evakuasi ular ini baru berhasil dilakukan.

3. Warga diimbau untuk tidak menangkap King Kobra sendiri

Proses evakuasi King Kobra di salah satu kawasan perumahan Tabanan (facebook.com/dewiular.astrid)

Astridayanti mengatakan, seluruh ular hasil evakuasi dibawa ke yayasan untuk mendapatkan penanganan dan dikonservasi. Langkah tersebut dilakukan agar ular tidak kembali membahayakan warga, sekaligus menjaga keberadaan satwa tersebut di alam.

Ia juga mengimbau warga agar tidak panik ketika menemukan King Kobra. Warga diminta tidak mencoba menangkap, mengejar, atau mengganggu ular tersebut karena dapat memicu tindakan defensif.

“Kalau melihat King Kobra, jangan panik dan jangan diganggu. Segera laporkan kepada kami agar bisa dievakuasi dengan aman,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article