Denpasar, IDN Times - Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Bali, menunjukkan antrean panjang di sederet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Akademisi Hukum Tata Negara dan Hak Asasi Manusia (HAM), Bivitri Susanti, mengatakan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan dan distribusi BBM amat krusial. Satu sisi, suara kritis warga dan advokasi publik juga dibutuhkan untuk menagih transparansinya.
Ia tetap mendorong warga untuk bersuara. Namun, menurutnya, suara warga kini tidak lagi didengar.
“Kita semua sudah harus menyadari bahwa bersuara sekarang sudah tidak cukup, karena kita sudah tidak didengar,” ujar Bivitri kepada IDN Times Sabtu (17/10/2026) di Denpasar.
Ia menilai, pemerintah mungkin sudah mengetahui masalahnya. Namun, pola yang berlaku saat ini adalah politik komando.
“Tidak akan ada yang berani berbuat tindakan konkret kalau tidak direstui oleh Prabowo,” katanya.
