Suasana saat pementasan Tari Baris Babuang. (YouTube.com/VanDesta Channel)
Sebagai tarian sakral, pementasan Tari Baris Babuang hanya dilakukan sekali setahun saja. Tepatnya saat Purnama Sasih Keenam (bulan keenam dalam kalender Bali), yang bertepatan dengan piodalan Ida Bhatara Dalem Pingit di Pura Dalem Pingit, Desa Adat Pengotan. Pementasan tari sakral ini memiliki beberapa prosesi yang cukup panjang.
Semuanya diawali sore hari, sekitar pukul 17.00 Wita, dengan prosesi ngiring (mengantarkan) Ida Bhatara Dalem Pingit dari Pura Anyar menuju Pura Penataran Bale Agung. Setelah pratima atau simbol suci Ida Bhatara distanakan, barulah dilanjutkan dengan sarana persembahan khusus yaitu 17 jenis sodan lengkap dengan canang buratwangi, sayut pitu, pesucian, pejati, dan beberapa sarana lainnya.
Keunikan tarian ini ada pada sesaji berupa ulam kiuh atau daging ayam hutan betina yang pengolahannya pantang menggunakan alat berbahan besi. Detail sekecil ini menunjukkan betapa masyarakat Desa Pengotan menjaga betul kemurnian ritual sesuai awig-awig atau aturan adat yang diwariskan leluhur.
Setelah seluruh persembahan rampung, giliran para ulu apad (pemangku/orang suci setempat) yang dipimpin oleh Jro Nyarik menempati posisi masing-masing di Bale Agung sesuai tingkatannya.
Dilanjutkan dengan prosesi pider sekar, yaitu pembagian bunga angit dan lekesan (daun sirih berisi kapur dan pinang) yang diselipkan di telinga para penari. Hal ini sebagai simbol kesucian lahir batin.
Sebelum tampil, seluruh anggota sekaa teruna alias pemuda desa yang akan menari, berkumpul dulu di bale wantilan untuk mendengarkan petuah dari Jro Bendesa Adat. Pesannya selalu sama, siapa pun yang ikut menari tidak boleh menyimpan rasa permusuhan atau dendam, sekalipun gerakan tariannya menyerupai adegan peperangan.
Setelahnya, potongan pelepah pisang yang sudah dipersiapkan sebagai senjata perang diletakkan di halaman madya mandala Pura Bale Agung. Jero Mucuk beserta empat peduluan lantas turun untuk melakukan prosesi upacara di Pelinggih Sanggar Tawang. Prosesi ini untuk melapor secara niskala kepada Ida Bhatara di Pura Bale Agung bahwa tarian akan segera dipentaskan.