Polda Bali Mengimbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Denpasar, IDN Times - Fenomena alam ekstrem yang melanda Bali akhir-akhir ini menyebabkan peningkatan potensi kejadian bencana alam. Bencana alam ini merenggut korban jiwayang tercatat di Desa Pesinggahan, Kabupaten Klungkung; dan Kelurahan Ubung, Kota Denpasar.
Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Ariasandy, mengatakan kejadian bencana alam tersebut meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi keluarga para korban. Oleh karenanya kepolisian mengimbau agar masyarakat Bali siaga dan waspada dampak bencana alam. Juga agar saling mengingatkan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga sehingga terhindar dari bencana alam.
"Kita ketahui bersama cuaca Bali beberapa hari terakhir sangat ekstrem menyebabkan terjadi bencana alam dibeberapa lokasi," terangnya, pada Selasa (21/1/2025).
1. Kepolisian menyarankan masyarakat waspada bencana alam

Menurut Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Ariasandy, cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang melanda Bali beberapa hari terakhir hingga saat ini. Sehingga masyarakat disarankan tidak berteduh atau berkendara di bawah pohon besar, menghindari bepergian saat hujan disertai angin kencang, menghindari bepergian ke laut dan daerah pegunungan jika hujan angin kencang, rajin meng-update prakiraan cuaca dari BMKG di gawai masing-masing, serta memanfaatkan grup WhatsApp (WA) untuk saling bertukar informasi terkait cuaca.
"Kami Polda Bali mengimbau agar masyarakat selalu waspada karena bencana alam bisa terjadi kapan dan dimana saja dengan cara apa saja," terangnya.
2. Pemerintah berperan dalam memberikan keamanan bagi masyarakatnya

Sementara itu, pascamusibah tanah longsor di Jalan Kendedes I, Kelurahan Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Senin (20/1/2025) kemarin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, menekankan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap musibah ini. Pemkot Denpasar menyiapkan tempat tinggal sementara bagi korban selamat.
“Kami sudah kordinasikan bersama instansi terkait baik itu Damkar, BPBD, PUPR, Dishub, Satpol PP dan Dinas Sosial untuk bersama membantu penanganan musibah ini, selain pencarian, penanganan juga fokus untuk menjamin tempat tinggal sementara, dan memastikan pemenuhan kebutuhan makan dan minum serta sarana penunjang lainya,” ujarnya.
Pihaknya juga menugaskan Perbekel Desa Ubung Kaja untuk menyisir dan mendata masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tanah longsor untuk segera dievakuasi. Hal ini guna mengantisipasi adanya potensi tananh longsor susulan.
3. Sejumlah bantuan yang disiapkan untuk korban bencana alam

Sementara, Kadis Sosial Kota Denpasar, I Gustu Ayu Laxmy Saraswati, mengatakan bahwa Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial memberikan bantuan pascabencana kepada korban terdampak musibah. Beberapa bantuan di antaranya tempat tinggal sementara, makanan dan minuman selama 7 hari, bantuan alat mandi dan pakaian, serta kordinasi pemulangan dan penguburan jenasah.
"Pascabencana, kami akan lakukan pendampingan, termasuk makanan, minuman serta pengecekan kesehatan," ujarnya.
Masyarakat Kota Denpasar diminta memperhatikan lingkungan sekitar terutama yang tinggal di lokasi tanah yang labil. Curah hujan yang tinggi di Bali saat ini membuat beberapa tanah yang berlokasi di ketinggian menjadi lebih labil.
Berdasarkan data BPBD Kota Denpasar, dari musibah tersebut diketahui sebanyak 5 orang meninggal dunia. Kelimanya yakni Didik (25), Dwi (25), Wito (50), Krisno (55) dan Sarif (50). Sedangkan korban selamat yakni Sulaiman (35), Aldi Rama Afendi (24), Abdul Rochim (33, Renaldi Gunawan (24), Fiki Fernando (18), dan Rizal Hidayatuloh (19). Jenazah terakhir korban atas nama Sarif ditemukan paling akhir, yakni pada Senin (20/1/2025) pukul 16.35 Wita.