Masih diingatkan Pakai Masker, Apa Kabar Nasib ODGJ di Tabanan?

Tabanan, IDN Times - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) termasuk orang yang rentan terkena COVID-19 karena tidak mengerti akan bahaya dan pentingnya memakai masker. Khususnya yang berkeliaran di jalanan.
Ternyata di Kabupaten Tabanan, ODJG telantar dan berasal dari keluarga tidak mampu ditempatkan khusus bernama Kampung Investasi Hati di Banjar Wanasari Desa Bongan, Tabanan. Di sanalah mereka dirawat. Tempat ini menyediakan beberapa kamar, di mana satu kamar terdiri atas dua sampai tiga dipan. Namun tidak semuanya mau tidur di dalam kamar. Terkadang mereka memiluh tidur di luar sambil menonton televisi.
Selama pandemik, belum ada catatan pasien ODGJ di kampung tersebut terpapar COVID-19.
1. Ada 14 ODGJ yang ditangani oleh UPTD Pelayanan Sosial Kampung Investasi Hati, tiga orang di antaranya tidak memiliki identitas

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Sosial Kampung Investasi Hati Dinas Sosial P3A Kabupaten Tabanan, Ni Luh Putu Arniti, mengatakan saat ini ODGJ yang ditangani sebanyak 14 orang. Tiga orang di antaranya tanpa identitas.
"Dari 14 ini, tiga statusnya mr X atau tidak ada identitas. Satu masih berada di Kampung Investasi Hati, dua dibawa ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Bangli," ujarnya, Senin (7/9/2020).
Selama ini mereka masih selalu diingatkan untuk memakai masker dan cuci tangan. Karena terkadan selalu dilepas dan dipakai lagi.
"Kalau jaga jarak tidak terlalu bermasalah, karena mereka sibuk sendiri-sendiri. Untuk memakai masker dan cuci tangan memang selalu dingatkan," katanya.
"Kebetulan yang tinggal di Kampung Investasi Hati ini, ODGJ sudah menurut. Jika mengamuk atau kumat biasanya kami bawa ke RSJ Bangli untuk ditangani lebih lanjut," paparnya.
2. Biaya operasional Kampung Investasi Hati berasal dari APBD Kabupaten

Dari 14 ODGJ tersebut, ada yang berlatar belakang jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak empat orang dan 10 tenaga kontrak. Keperluan operasional seperti makan dan kebutuhan lainnya diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tabanan.
ODGJ ini, kata Arniti, kebanyakan dari keluarga yang tidak mampu dan telantar. Namun ada juga yang memiliki keluarga, tetapi dititipkan ke Kampung Investasi Hati karena sudah tidak mampu menjaga dan merawatnya.
"Rata-rata semuanya ini dulunya berkeliaran di jalan," jelas Arniti.
Selain itu dari 14 ODGJ yang ditangani, tiga orang di antaranya berjenis kelamin perempuan.
3. ODGJ diajak untuk melakukan kegiatan seperti membersihkan lingkungan sekitar, menanam ketela dan pisang, serta beternak

Para ODGJ memelihara lele di dalam empat kolam berukuran 1x1,5 meter. Hanya saja masih belum masa panen. Mereka juga akan memiliki kandang untuk beternak ayam.