Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Baik Hindu Bali 13 Oktober 2026, Saatnya Mulai Usaha
Pedagang berjualan di pelataran Pasar Ubud. (IDN Times/Yuko Utami)

Selamat pagi semuanya, semoga masih tetap semangat walaupun susah payah mengantre bensin ya. Menemani padatnya aktivitasmu, ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Pagi ini dibuka dengan ramalan amerta gati yang baik untuk memulai suatu usaha dan bercocok tanam. Ayu badra adalah hari baik untuk mulai suatu usaha, bercocok tanam, dan membangun. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik melakukan Panca Yadnya

Ilustrasi sembahyang di pura. (IDN Times/Diantari Putri)

Amerta dewa artinya baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat-tempat suci/ibadah, serta membuat lumbung maupun dapur. 

Agni agung doyan basmi adalah hari yang bersifat panas, tidak baik membangun rumah, terutama tidak baik mengatapi rumah karena mudah terbakar. Hari ini baik untuk mulai membakar bata, genteng, gerabah, keramik, tembikar, dan lain-lain. 

2. Baik mulai belajar

Ilustrasi belajar dari rumah (Dok. IDN Times Sumut/Istimewa)

Dirgahayu merupakan hari baik untuk mulai belajar. Dewa ngelayang bermakna sebagai hari baik untuk membuat bangunan suci, Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya. 

Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. 

Kala gumarang turun bermakna sebagai hari baik untuk menanam sirih dan tembakau. Namun, tidak baik untuk pembuatan bibit. 

3. Baik memperbaiki pagar

ilustrasi pagar hidup dari tanaman (freepik.com/ededchechine)

Taliwangke adalah hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, serta membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. 

Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, membuat tali ternak. Kala sudangastra bermakna sebagai hari baik untuk membuat alat-alat yang runcing. Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Manggih Suka, Pratiti: Bhawa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article