TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

30 Napi di Lapas Tabanan Jalani Tes Urine

Ini jadi syarat peserta rehabilitasi sosial narkotika

Warga binaan di Lapas Tabanan jalani tes urine, Senin (19/2/2024) (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Tabanan, IDN Times - Sebanyak 30 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Tabanan menjalani tes urine pada Senin (19/2/2024) di Aula Candra Prabhawa Lapas Tabanan. Tes urine ini sebagai salah satu syarat warga binaan untuk mengikuti rehabilitasi sosial narkotika.

Selain tes urine, petugas dari oleh Tim Kelompok Kerja (Pokja) Rehabilitasi Sosial Narkotika Lapas Tabanan bekerja sama dengan Asesor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung, juga melaksanakan asesmen awal bagi peserta kegiatan Program Rehabilitasi Sosial Tahun 2024.

Baca Juga: 4 Petugas KPPS di Tabanan Dilaporkan Sakit Karena Kelelahan

1. Hasil tes urine 30 warga binaan, negatif!

Warga binaan di Lapas Tabanan jalani tes urine, Senin (19/2/2024) (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Kepala Lapas Tabanan, Muhamad Kameily mengungkap, para warga binaan yang menjalani tes urine ini adalah warga binaan yang masuk Lapas Tabanan karena kasus memakai narkoba atau pecandu.Dari hasil tes urine itu, semua negatif. 

Sebelum menjalani rehabilitasi sosial, kata dia, mereka menjalani tes urine terlebih dahulu sebagai salah satu persyaratan. "Diharapkan nanti lewat kegiatan ini, mereka bisa terbebas dari ketergantungan obat-obatan terlarang," kata Kameily, Senin (19/2/2024).

2. Asesmen awal ini untuk menentukan model rehabilitasi

Warga binaan di Lapas Tabanan jalani tes urine, Senin (19/2/2024) (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Kameily melanjutkan setelah selesai dites urine, 30 warga binaan yang menjadi peserta ini menjalani kegiatan asesmen awal yang bertujuan untuk mengembangkan rencana terapi dan menentukan program atau layanan spesifik yang akan dilakukan terhadap para penyalahguna atau pecandu narkoba.

“Asesmen ini dikerjakan untuk mengetahui 7 domain peserta rehabilitasi yang meliputi status medik, status pekerjaan, status sosial, status ekonomi, riwayat ketergantungan obat, status psikologi dan kasus hukum yang dihadapi,” ujarnya.

Berita Terkini Lainnya