Denpasar, IDN Times - Imbas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali sejak Kamis (8/10/2026) hingga hari ini, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri meminta maaf kepada seluruh warga Bali.
Permohonan maaf itu diucapkan setelah Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan pertemuan di Depo BBM Pesanggaran, Kota Denpasar, pada Selasa (13/10/2026).
"Pertama-tama atas PT Pertamina Persero, saya selaku Direktur Utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali," ujarnya dalam video yang diunggah di Instagram.com/kosterupdate, Selasa (13/10/2026).
Manitri menyampaikan pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin, menjamin ketersediaan BBM sebagai pasokan energi. Dalam momen itu, Manitri menjelaskan satu penyebab kelangkaan BBM di Bali. Yakni kapal mengalami kendala teknis pada bagian jangkar.
"Sehingga timing atau waktu yang sudah kita siapkan pukul 06.30 pagi itu mundur kurang lebih sampai jam 10 malam," imbuh Manitri.
Ia menegaskan kejadian kelangkaan BBM di Bali, bukanlah sebagai pembenar bagi pihaknya. Manitri berulang kali menyampaikan permohonan maaf sambil menekankan hal terpenting adalah pelayanan untuk masyarakat.
"Jadi untuk kesekian kali, kembali saya ucapkan permohonan maaf," kata dia.
Dari pantauan IDN Times hingga pukul 20.32 Wita, dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Hayam Wuruk tampak menumpuk kendaraan.
Pertama, SPBU Hayam Wuruk di dekat Istana Taman Jepun. Antrean kendaraan roda dua dari lokasi tersebut ke Jalan Merdeka sudah terlihat sejak pukul 18.36 Wita. Warga setempat sampai memindahkan antrean ke Jalan Merdeka III untuk mengurangi kemacetan.
Kedua, SPBU Hayam Wuruk di dekat Bakso Mas Doel juga begitu. Antrean kendaraan roda dua mengular dari lokasi hingga ke Jalan Pandu. Hingga berita ini diterbitkan, kendaraan roda dua terus berdatangan ikut mengantre.
