Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Desa di Nusa Penida Blankspot, Akses Darurat 112 Ikut Disorot
Pemasangan tower jaringan internet di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Enam wilayah di Nusa Penida—Pejukutan, Tanglad, Sekartaji, Batukandik, Batumadeg, dan Sakti—masih mengalami sinyal lemah yang mengganggu komunikasi warga serta wisatawan.
  • Pemkab Klungkung melaporkan masalah konektivitas ke Kemkomdigi, yang akan menurunkan tim survei untuk menentukan penanganan, dari penyesuaian antena hingga pembangunan BTS baru.
  • Pemkab dan Kemkomdigi juga mendorong perluasan layanan panggilan darurat 112 ke Nusa Penida, seiring penguatan jaringan di kawasan kepulauan dan destinasi wisata tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (6/10/2026) lalu

Pemkab Klungkung menemui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi di Jakarta untuk melaporkan sinyal lemah di enam wilayah Nusa Penida. Kemkomdigi merespons dengan rencana survei jaringan dan mendorong perluasan layanan darurat 112 ke Nusa Penida.

hingga kini

Enam wilayah di Nusa Penida, yakni Pejukutan, Tanglad, Sekartaji, Batukandik, Batumadeg, dan Sakti, masih mengalami sinyal lemah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Enam desa di Kecamatan Nusa Penida masih mengalami sinyal lemah, sementara perluasan layanan panggilan darurat 112 ke wilayah kepulauan itu turut dibahas.
  • Who?
    Pemkab Klungkung, Pj Sekda I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Kepala Dinas Kominfo I Wayan Sudiarsa, serta Ditjen Infrastruktur Digital Kemkomdigi terlibat dalam penanganan ini.
  • Where?
    Gangguan konektivitas terjadi di Pejukutan, Tanglad, Sekartaji, Batukandik, Batumadeg, dan Sakti di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
  • When?
    Pemkab Klungkung menyampaikan persoalan jaringan kepada Ditjen Infrastruktur Digital Kemkomdigi di Jakarta pada Selasa, 6 Oktober 2026.
  • Why?
    Sinyal lemah menghambat komunikasi masyarakat dan wisatawan. Akses 112 didorong menjangkau Nusa Penida karena wilayah ini merupakan kepulauan dan kawasan wisata.
  • How?
    Kemkomdigi akan menurunkan tim survei untuk memeriksa kondisi dan penyebab gangguan. Tindak lanjut dapat berupa penyesuaian antena, pemasangan penguat sinyal, atau pembangunan BTS baru sesuai hasil survei.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Enam desa di Nusa Penida, yaitu Pejukutan, Tanglad, Sekartaji, Batukandik, Batumadeg, dan Sakti, masih susah mendapat sinyal. Pemerintah Klungkung sudah memberi tahu pemerintah pusat. Kementerian Komdigi akan datang mengecek. Mereka bisa memperbaiki antena, memasang penguat sinyal, atau membuat menara baru. Nomor darurat 112 juga ingin bisa dipakai di Nusa Penida.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons Kemkomdigi terhadap laporan Pemkab Klungkung membuka ruang penanganan yang lebih terarah bagi enam wilayah di Nusa Penida. Survei langsung memungkinkan kebutuhan serta penyebab gangguan dipahami secara rinci, sehingga pilihan teknis dapat disesuaikan per lokasi. Pembahasan perluasan layanan 112 juga mencerminkan perhatian pada komunikasi darurat bagi masyarakat dan wisatawan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klungkung, IDN Times - Persoalan jaringan telekomunikasi masih menghantui sejumlah wilayah di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Sedikitnya enam wilayah hingga kini masih mengalami sinyal lemah, terutama di kawasan timur dan selatan pulau.

Enam wilayah yang masih menghadapi persoalan konektivitas itu yakni Pejukutan, Tanglad, Sekartaji, Batukandik, Batumadeg, dan Sakti.

Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung. Selain mengganggu komunikasi masyarakat, keterbatasan jaringan juga dinilai dapat menjadi kendala wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida.

Pemkab Klungkung pun membawa persoalan tersebut ke Pemerintah Pusat. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, menemui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di Jakarta, Selasa (6/10/2026) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Agung Mahajaya didampingi Kepala Dinas Kominfo Klungkung, I Wayan Sudiarsa. Mereka menyampaikan kondisi jaringan di Nusa Penida kepada Dirjen Infrastruktur Digital Wayan Tony Suprianto.

Agung Mahajaya mengatakan persoalan jaringan di Nusa Penida tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan komunikasi sehari-hari. Sebagai kawasan pariwisata, akses internet dan jaringan seluler juga menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat maupun wisatawan.

“Masih ada beberapa titik wilayah di Nusa Penida yang mengalami kendala lemah sinyal. Kami berharap ada langkah afirmatif dari pusat untuk menuntaskan persoalan ini,” ujarnya.

Pemkab berharap persoalan tersebut tidak hanya dipetakan, tetapi juga segera mendapatkan penanganan teknis.

1. Kementerian Komdigi bakal menurunkan tim survei

Rombongan Pemkab Klungkung saat bertemu pihak Komdigi. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Keluhan Pemkab Klungkung mendapat respons dari Kemkomdigi. Wayan Tony Suprianto menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan survei langsung ke sejumlah titik di Nusa Penida untuk mengetahui kondisi jaringan secara lebih detail. Termasuk penyebab lemahnya sinyal di masing-masing wilayah.

Dari hasil pengecekan nantinya akan ditentukan langkah yang paling sesuai. Penanganannya bisa berupa penyesuaian arah antena, pemasangan perangkat penguat sinyal, hingga pembangunan BTS baru jika memang dibutuhkan.

Dengan survei tersebut, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan di setiap lokasi sehingga penanganan tidak dilakukan secara seragam.

2. Call center 112 juga didorong menjangkau Nusa Penida

Pemasangan tower jaringan internet di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Selain persoalan blankspot, pembahasan antara Pemkab Klungkung dan Kemkomdigi juga menyentuh layanan panggilan darurat 112.

Kemkomdigi mendorong agar layanan tersebut nantinya tidak hanya tersedia di wilayah daratan Klungkung, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di Nusa Penida.

Perluasan akses layanan darurat dinilai penting mengingat Nusa Penida merupakan kawasan kepulauan sekaligus destinasi wisata dengan aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan yang cukup tinggi.

3. Penanganan jaringan harus seiring dengan penguatan layanan komunikasi darurat

Rombongan Pemkab Klungkung saat bertemu pihak Komdigi. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Pemkab Klungkung berharap penanganan jaringan di enam wilayah tersebut dapat berjalan beriringan, dengan penguatan layanan komunikasi darurat.

"Persoalan konektivitas di Nusa Penida tidak kami harap berlanjut pada peningkatan kualitas jaringan di lapangan," jelas Gusti Agung Putra Mahajaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article