3 Tradisi Ramadan di Karangasem

Karangasem, IDN Times - Bulan Ramadan segera tiba. Masyarakat muslim di seluruh dunia, termasuk Bali, tidak sabar menantinya. Mengingat Ramadan adalah bulan dipenuhi berkah. Bulan yang mustajab saat menghaturkan doa dan melimpahnya pahala.
Muslim di Indonesia memiliki tradisi dan cara berbeda-beda saat menyambut puasa. Berikut tiga tradisi Ramadan di Karangasem.
1. Tradisi Ruwahan

Ruwah sebenarnya berasal dari Bahasa Arab, yang artinya arwah. Sehingga makna Tradisi Ruwahan adalah mendoakan arwah para leluhur, dan keluarga yang mendahului. Tradisi ini digelar sebelum Ramadan, atau Bulan Sya'ban. Sebagian muslim di Karangsem, menyebutnya sebagai Bulan Ruwahan.
Beberapa Kampung Muslim di Karangasem menggelar Tradisi Ruwahan. Yaitu Kampung Kecicang Islam di Desa Bungaya Kangin, dan Kampung Saren Jawa di Desa Budakeling, Kampung Lebah Sari di Desa Bungaya, dan Bangras di Kelurahan Karangasem.
Sebagian besar muslim di Karangasem menggelar Tradisi Ruwahan karena kebiasaan yang rutin dilaksanakan secara perseorangan maupun massal. Tujuannya memohonkan doa untuk leluhur, dan keluarga yang telah mendahului, atau ucapan syukur kepada Allah Subhanahu wa ta'ala (Allah SWT).
2. Ziarah ke makam leluhur

Sehari setelah Tradisi Ruwahan, masyarakat muslim di Karangasem juga menggelar ziarah ke makam leluhurnya. Mereka biasanya mengaji Alquran, seperti membaca Surat Yasin, Tahlilan, serta surat lain yang ada dalam Alquran.
Lalu dilanjutkan dengan bersih-bersih kuburan para leluhur, membersihkan rumput dan semak-semak yang tumbuh di kuburan. Setelah itu, menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan ke leluhur, dan perenungan kehidupan manusia.
Tujuan berziarah hampir sama dengan Tradisi Ruwahan. Yakni mendoakan leluhur. Ini adalah sarana untuk mengirim doa. Selain itu, ziarah ke kubur juga untuk mengingatkan manusia akan kematian. Bahwa semua yang bernyawa akan mati.
3. Khatam Quran

Beberapa kampung Muslim di Kabupaten Karangasem biasanya menggelar Khatam Quran saat menyambut Bulan Suci Ramadan. Mereka membaca secara bergiliran di masjid dan musala sampai khatam (selesai), mulai dari selesai Subuh hingga Maghrib.
Tujuannya sama, yakni mendoakan para leluhur yang mendahului, meminta ampunan kepada Allah SWT, dan memohon kesehatan serta keimanan yang kuat dalam menjalani ibadah Ramadan. Selain itu sebagai bentuk syukur kepada Illahi Rabbi yang memberikan kesehatan, dan umur panjang.