Pengunjung CHAGEE dapat merasakan langsung pengalaman menghirup aroma khas teh alami sebagai bahan baku CHAGEE. (IDN Times/Yuko Utami)
Memasuki gerai pantai CHAGEE, pengunjung akan dimanjakan oleh visual panorama pantai karya pengrajin lokal Bali. Terpajang juga berbagai tumbler hingga tas dari CHAGEE berhiaskan elemen alami seperti kerang dan batu.
Tak hanya memanjakan netra, pengunjung juga mendapatkan edukasi kisah perjalanan teh CHAGEE. Penceritaan ini semakin lengkap ketika pengunjung dapat merasakan langsung aroma daun teh dan bahan alami yang digunakan untuk meracik teh alami.
Sementara itu, Tea Bar menjadi ruang ketiga, tempat bagi orang untuk melambat sejenak, terhubung, dan menikmati teh yang diracik segar dari daun teh asli bebas pemanis buatan. Setiap minuman dibuat saat dipesan, sementara setiap gerai dirancang sebagai tempat yang nyaman untuk dinikmati lebih lama.
Menu yang dihadirkan di Bali mencakup berbagai minuman favorit di CHAGEE, mulai dari menu khas CHAGEE yakni BO·YA Jasmine Green Milk Tea dan Peach Oolong Milk Tea hingga Da Hong Pao Brewed Tea yang kaya dan hangat.
Menggunakan daun teh utuh dan produk susu segar berkualitas, seluruh menu CHAGEE telah bersertifikasi halal, sehingga seluruh pelanggan dapat menikmati dengan tenang dan nyaman.
Ke depannya CHAGEE akan meluncurkan berbagai produk eksklusif khas Bali pada kuartal kedua 2026. Koleksi ini mencakup berbagai item gaya hidup edisi khusus. Mulai dari mug, tumbler, tas lipat, magnet kulkas, hingga kipas tangan. Koleksi eksklusif tersebut dihiasi ilustrasi tropis ceria seperti bunga sepatu, pohon palem, serta burung Jalak Bali yang ikonik. Adinda berharap kehadiran CHAGEE mampu menguatkan komunitas dan tradisi minum teh bersama.
“Harapan kami adalah dapat menjadi bagian dari momen-momen sehari-hari yang mempertemukan orang-orang di Bali,” tuturnya.