TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kios Oleh-oleh di Tanah Lot Masih Banyak yang Tutup

Tetap semangat ya buat para pedagangnya

Suasana DTW Tanah Lot yang dibuka pada tanggal 20 Juli 2020. (Dok.IDN Times/Humas Tanah Lot)

Tabanan, IDn Times - Meski destinasi wisata di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot telah dibuka untuk wisatawan domestik (Wisdom) sejak  Juli 2020 lalu, namun kios oleh-olehnya masih banyak yang tutup. Hal ini dikarenakan jumlah pengunjungnya  turun drastis dibandingkan sebelum pandemi. Pedagang pun agar tidak rugi mensiasatinya dengan buka akhir pekan dengan alasan kunjungan lebih banyak dibandingkan hari normal.

Baca Juga: Daftar Paket Promo Makan dan Renang Hotel di Bali Mulai Rp25 Ribu

1. Ada 650 pedagang yang membuka kios di DTW Tanah Lot

suasana lengang di DTW Tanah Lot setelah virus Corona merebak/IDN Times/Wira Sanjiwani

Kepala Divisi Pasar DTW Tanah Lot, I Made Hadi Susila, mengatakan total ada 650 pedagang di kawasan Tanah Lot. Namun belum semuanya mau membuka kembali lapak atau kios usahanya. Susila menilai, kondisi itu terjadi karena kunjungannya belum normal, dan jauh menurun jika dibandingkan sebelum pandemik COVID-19. Para pedagang lebih memilih datang untuk sekadar bersih-bersih dan sembahyang.

"Dari jumlah ini, yang mulai membuka usahanya hanya sekitar dua persenan," kata Susila, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: 10 Potret Kondisi Terkini DTW Tanah Lot, Lengang di Tengah Pandemik  

2. Pedagang memilih membuka kiosnya di akhir pekan

Gerbang tiket Tanah Lot. (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Seorang pedagang di kawasan DTW Tanah Lot, I Nyoman Sutama, mengatakan penurunan kunjungan wisatawan kerap membuat dirinya tidak mendapatkan konsumen meski tetap berjualan atau membuka kios.

"Karena itu saya siasati untuk buka pada akhir pekan. Sebab saat akhir pekan, meski tingkat kunjungan masih belum normal, kunjungan tamu saat itu lebih ramai dari hari biasa," katanya.

Meski akhir pekan lebih ramai dari biasanya, tetapi Sutama belum tentu mendapatkan konsumen. Sebab pengunjung yang datang kebanyakan tidak berbelanja, melainkan keliling untuk mencari suasana baru. Sutama berharap kondisi pandemik segera berlalu. Sehingga kiosnya bisa kembali memberikan pendapatan.

Berita Terkini Lainnya