Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Spaso dan Fans Kritik Wacana Aturan Baru Liga Indonesia
Persikabo 1973 vs Bali United. (baliutd.com)

 

IDNTimes, Klungkung- PSSI dan perwakilan klub di Liga Indonesia sempat melakukan sarasehan pada Minggu (5/3/2023). Dari pertemuan itu, didapatlah berbagai kesepakatan. Diantaranya, kuota pemain asing diperbanyak menjadi 6 pemain asing. Namun 1 diantaranya harus pemain dari Asean. 

Klub juga sepakat membatasi jumlah pemain naturalisasi maksimal 1 orang dalam setiap tim. 

Selain itu format kompetisi juga sedikit berbeda. Nantinya peringkat 1 dan 4 pada akhir kompetisi akan diadu kembali pada final series, dengan sistem gugur.

Perubahan sistem kompetisi dan beberapa ketentuan lainnya, mendapatkan respon dari pecinta sepak bola Indonesia di Bali. Bahkan pemain Bali United, Spasojevic juga sempat menyampaikan pendapatnya. 

Terutama terkait pembatasan kuota pemain naturalisasi, yang hanya 1 pemain dalam setiap tim.

1. Percuma berada di peringkat 1 pada akhir kompetisi, jika belum tentu juara

Kompetisi Liga 1 Indonesia (baliutd.com)

Seorang pecinta sepak bola Indonesia I Putu Suyastra (40) berharap, agar keputusan perubahan format kompetisi bisa ditinjau kembali.

Format kompetisi tersebut, nantinya tim yang berada di peringkat 1 sampai 4 di akhir kompetisi, akan kembali diadu dengan sistem gugur. Juara akan ditentukan pada final series ini.

Menurut Suyastra, format dengan final series pada akhir kompetisi, dianggap kurang seru. Tentu akan merugikan tim yang menempati peringkat pertama di akhir kompetisi.

"Tentu kurang fair menurut saya. Nanti kasian klub kerja keras kumpulin poin cari peringkat 1, tapi yang bisa saja juara yang peringkat 4," ujar Suyastra, Rabu (8/3/2023).

Pria yang juga Ketua Komunitas Bali United Fans Klungkung ini, meminta sistem kompetisi tetap sistem kompetisi biasa. Seperti yang diberlakukan di liga top dunia, seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Liga Italia.

"Kenapa tidak kiblatnya ke klub-klub di liga top eropa, seperti Liga Inggris, Spanyol, atau Italia," jelasnya.

 

2. Pemain asing dan lokal dan asing lebih kompetitif

Kolase foto pemain asing Bali United, Brwa Nouri dan Eber Bessa. (baliutd.com)

Meskipun tidak sependapat dengan keputusan format kompetisi, namun Suyastra sepakat dengan keputusan penambahan kuota pemain asing. Dengan semakin banyak kuota pemain asing, akan membuat pemain lokal untuk lebih terpacu untuk bersaing.

Hal ini membuat pemain asing atau lokal lebih kompetitif, dan imbasnya tentu ke peningkatan pemain lokal.

"Dengan regulasi ini, tentu pemain lokal akan berusaha keras untuk dapat bersaing dengan pemain asing untuk mendapat jam terbang bermain di klub. Ini yang imbasnya bagus ke pemain lokal kita," terang Suyastra. 

 

3. Spaso pertanyakan keputusan pembatasan pemain naturalisasi di setiap tim

Ilija Spasojevic. (baliutd.com)

Sementara itu striker Bali United yang juga pemain naturalisasi, bersikap dengan wacana pembatasan pemain naturalisasi minimal 1 orang dalam setiap tim.

Dalam media sosial Intagramnya mengatakan, sepak bola adalah olahraga global yang merayakan keberagaman. Menurutnya, peraturan yang beredar baru-baru ini, bertentangan dengan semangat keberagaman.

"Kami harap semua pihak dapat mempertimbangkan kembali peraturan ini dan membuat liga yang adil dan inklusif untuk semua pemain," tulis Spaso dalam instagram pribadinya.

Topics

Editorial Team